"Nggak mas mikirnya itu, kalau aku nggak. Tuhan menciptakan manusia berpasangan," ucap Anang.
"Oh ini lain lagi background-nya," celetuk Denny Sumargo mengomentari peryataan Anang.
Rocky langsung menyanggah pendapat Anang yang menyebut kalau Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan.
Rocky kemudian menjelaskan jika memang tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan, maka seharusnya jumlah laki-laki dan perempuan sama rata.
"Kalau Tuhan menciptakan manusia berpasangan, berarti terbagi merata, right," kata pria berusia 64 tahun tersebut.
"Ya harusnya," celetuk Denny Sumargo.
Ia kemudian mengambil contoh, kalau ternyata Anang poligami, berarti Rocky tak kebagian pasangannya, karena perempuan yang seharusnya menjadi pasangan Rocky dinikahi oleh Anang.
"Sekarang kalau lu (Anang) poligami saya gak punya pasangan karena you poligami," cetus Rocky.
"Loh kan matematikamu tadi Tuhan menciptakan manusia berpasangan, berarti semuanya sama jumlahnya laki-laki dan perempuan, sekarang you ambil empat saya gak dapat apa-apa," tambahnya.
Anang menjawab berpasangan yang dimaksudnya yakni berdua saja dan tidak perlu memperistri banyak perempuan.
"Tapi kalau semuanya sepertinya berpasangan berdua-berdua, gak ada yang perlu ngambil banyak (poligami)," ucap Anang.
Rocky pun mengatakan poin utama yang disinggung Anang terkait Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan datang dari teologi, kemudian saat dilihat melalui sudut pandang sosiologi, hal tersebut tidak bisa terwujud.
"Itu poinnya secara sosiologis itu gak mungkin terjadi. Jadi sesuatu yang diumpankan oleh teologi, fakta sosiologinya berbeda kenapa karena patriarki menganggap perempuan itu properti dia tuh, kan itu," tandasnya.
Denny Sumargo dan Onadio Leonardo sepakat kalau tidak semua laki-laki setuju dengan konsep poligami.
"Tidak semua laki-laki ya," ucap Denny.
Rocky kemudian menjelaskan tindakan poligami atau memperistri banyak perempuan sebetulnya sudah bermasalah karena mengabaikan aspek keadilan untuk laki-laki lain, dari sudut pandang teori matematika.
"Bukan poligaminya, laki-laki yang berpoligami dia mengabaikan aspek keadilan untuk laki-laki lain, tapi ini bukan teori teologi, ini teori matematika," katanya.
"Karena teori teologi bermasalah juga nanti kalau dinyatakan," tambahnya.
Rocky menegaskan hanya ingin menyanggah pernyataan Anang tentang ucapannya bahwa Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan.
"Gue cuma ingin buktikan matematika lu (Anang) tadi, kalau sama (berpasangan) gak boleh ada poligami, tapi agama bilang boleh poligami dengan asbabun nuzul panjang lebar," kata Rocky.
Anang membalas, kalau diceritakan lebih sampai pada bab dalil agama, maka obrolan akan lebih panjang.
"Kalau diceritakan ke sana panjang lagi karena ada negara yang di Eropa kan (populasi) perempuannya banyak banget," kata Anang.
Najwa pun lansung menuding kalau apa yang diomongkan Anang merupakan upaya berbelit untuk bilang tak mampu mengomentari gagasan yang dilemparkan Rocky Gerung.
"Jadi itu cara panjang untuk bilang no comment," kata Najwa.
Anang pun tertawa dan mengiyakan apa yang dibilang Najwa.
"ya," ucap Anang sambil tertawa.