LINIMASA - Israel Adesanya berhasil melakukan comeback di UFC 287. Petarung mix martial art (MMA) asal Nigeria tersebut berhasil meng-KO Alex Pereira dalam pertandingan perebutan gelar juara kelas menengah UFC, di Kayasa Center, Miami, AS, Minggu (9/3/2023).
Kemenangan tersebut sangat berarti bagi Adesanya. Bukan masalah sabuk juara yang berhasil ia rebut kembali, melainkan mengalahkan Poatan--julukan Pereira, dengan cara KO brutal merupakan hal yang sangat berarti bagi Adesanya.
Adesanya berhasil membuktikan diri kalau ia bukan petarung sembarangan. Ia pun membuktikan kalau Pereira tidak lebih baik dari The Last Stylebender--julukan Adesanya.
Ya, Adesanya dihantui rasa tidak mampu karena selalu kalah saat berhadapan dengan Alex Pereira. Sebelum pertandingan UFC 287 dilangsungkan, Adesanya tidak sekalipun menang dari tiga pertarungannya dengan Poatan.
Di ajang kick boxing, Adesanya dikalahkan dua kali berturut-turut oleh Pereira. Ditambah sekali di ajang UFC. Namun, kini Israel Adesanya bisa menghadapi akhir pekan dengan tidur nyenyak karena berhasil mengalahkan orang yang selalu mengganggu legacy-nya di ajang olahraga baku hantam.
Jalannya pertarungan
Memasuki ronde pertama, kedua petarung cenderung masih belum panas dan lebih banyak menakar celah serangan yang bisa dilakukan. Pereira tampak lebih banyak melepaskan tendangan calf--mengarah ke tulang kering kaki lawan.
Kombinasi pukulan pun masing-masing dilancarkan kedua petarung. Baik Israel Adesanya ataupun Alex Pereira lebih santai menghabiskan lima menit ronde pertama.
Pada ronde kedua, kedua petarung lebih berani mengambil risiko. Tendangan-tendangan Pereira tampak lebih banyak mengenai kaki Adesanya.
Baca Juga: Amanda Manopo Bisa Kembali ke Ikatan Cinta, Ini Syaratnya!
Di sisi lain, The Last Stylebender berusaha membuka celah dengan mendaratkan kombinasi pukulan dan tendangan ke arah Pereira. Waktu di ronde kedua tersisa tinggal satu menit lagi.
Pereira berhasil membuat Adesanya terdesak setelah melancarkan tendangan calf kick. Adesanya tersudut ke pagar oktagon dan langsung memasang kedua tangannya menghalangi muka.
Entahlah, apakah Adesanya benar-benar terdesak atau hanya sebuah strategi untuk membuat Pereira menurunkan pertahanannya.
Benar saja, melihat Adesanya tampak terdesak, Pereira langsung datang menyerbu lawannya itu. Ia melancarkan kombinasi pukulan dan flying knee ke arah muka Adesanya.
Namun, Adesanya tetap kokoh bertahan dan menghalangi wajah dan kepalanya dengan dua kepalan tinju yang diangkat ke atas.
Adesanya rupanya memperhatikan gerakan Pereira yang tampak bersemangat ingin kembali meng-KO Adesanya hingga menurunkan pertahanannya.