LINIMASA - Kabar menggemparkan datang dari dunia sepak bola tanah air. Joachim Low dikabarkan menjadi Direktur Teknik (Dirtek) Timnas Indonesia.
Demi mendatangkan mantan pelatih Jerman itu, PSSI harus merogoh kocek sebesar Rp58 Miliar.
Informasi tersebut tersebar lewat kanal YouTube Kilas Bola, dikutip pada Minggu (11/6/2023).
"Dengan Gaji Fantastis!! Joachim Löw Diklaim Jadi Dirtek PSSI Yang Baru, Siap Rajai ASEAN, tulis judul video.
Sementar itu, keterangan pada thumbnail video berbunyi "DENGAN HARGA 58 MILIAR. PSSI PERKENALKAN DIRTEK BARU,".
Dalam thumbnail video tersebut, tampak ketum PSSI, Erick Thohir tengah berjabat tangan dengan Joachim Low.
Tak hanya itu, terdapat logi PSSI dan logo Timnas Indonesia yang berada di kedua sisi antara Erick dan Low.
Lantas, benarkah informasi tersebut?
Cak Fakta
Setelah dilakukan penelusuran, tim cek fakta Linimasa Suara tidak menemukan bukti valid atas klaim yang menyebut Joachim Low resmi menjadi Dirtek baru Timnas.
Alih-alih menjelaskan terkait kedatangan Low ini, narator hanya menerangkan soal perjalanan Erick Thohir ke Jerman untuk mencari pengganti Indra Sjafri sebagai Dirtek baru.
Faktanya, Erick Thohir belum memberikan keterangan resmi soal Ditrek baru Timnas Indonesia ini. Sehingga banyak kekeliruan yang terdapat pada informasi tersebut.
Bahkan, antara judul, isi, beserta keterangan thumbnail sangat bertolak belakang.
Hingga kini, video berdurasi 4 menit 1 detik tersebut telah ditonton sebanyak 13 kali tayangan.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan klaim yang menyebut Joachim Low resmi menjadi Dirtek baru Timnas hingga PSSI harus merogoh kocek Rp58 miliar untuk mendatangkannya merupakan informasi hoaks.
Potret yang ada pada thumbnail video, merupakan hasil editan belaka.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].