LINIMASA - Beredar kabar mengenai aktor Ikatan Cinta, Arya Saloka, yang dikabarkan harus menjalani pemeriksaan polisi menggemparkan media sosial.
Kabar tersebut berasal dari sebuah video yang diunggah oleh kanal YouTube Amanda Chanel dengan judul "kabar terbaru hari ini || aktor Ikatan Cinta Arya Saloka harus melakukan pemeriksaan".
Sampul video tersebut menampilkan gambar Arya Saloka yang mengenakan baju tahanan di kantor polisi. Video tersebut telah ditonton oleh lebih dari 839 penonton pada Selasa (13/6/2023).
Nama Arya Saloka telah menjadi sorotan publik sejak sukses berperan dalam sinetron fenomenal, Ikatan Cinta.
Chemistry antara Arya Saloka dan Amanda Manopo berhasil mencuri perhatian para penggemar, yang bahkan berharap mereka akan menikah di kehidupan nyata.
Arya Saloka memang telah membuktikan bakat aktingnya yang luar biasa, mampu menghidupkan karakter Aldebaran di layar kaca dengan begitu baik.
Apakah benar klaim tersebut?
Setelah melakukan penelusuran yang mendalam ternyata tidak ada dasar yang meyakinkan yang mendukung kabar tersebut.
Tim Linimasa Suara merasa perlu melakukan penelusuran mendalam untuk memastikan kebenarannya.
Tim melakukan analisis terhadap video berdurasi 8 menit 24 detik tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan dalam video tersebut adalah salah dan tidak memiliki bukti yang valid.
Narator dalam video hanya menyampaikan pendapat tentang popularitas Arya Saloka dan pendapatnya yang dekat dengan Amanda Manopo. Tidak ada informasi resmi yang mengonfirmasi adanya pemeriksaan polisi terhadap Arya Saloka.
Kesimpulan
Berdasarkan temuan tim Linimasa Suara, dapat dipastikan bahwa kabar tentang Arya Saloka harus menjalani pemeriksaan polisi adalah hoaks atau tidak benar. Tidak ada sumber yang dapat memvalidasi klaim tersebut.
Video yang menjadi sumber kabar hanya mengandung pendapat pribadi narator tanpa ada rujukan kepada fakta yang nyata.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai penyebaran berita palsu dan betapa mudahnya masyarakat terpengaruh oleh informasi yang tidak terverifikasi.