LINIMASA - Rhoma Irama, sosok legendaris di dunia musik dangdut, kembali menjadi sorotan publik dengan kebijakan yang menarik perhatian. Belakangan ini, Rhoma Irama diketahui mewajibkan para karyawannya untuk menjalankan salat lima waktu secara berjamaah.
Kebijakan ini mendapatkan respons positif, termasuk dari rekannya sejawat, Maia Estianty. Dalam sebuah perbincangan dengan Maia Estianty, Rhoma Irama mengungkapkan alasan di balik kebijakan ini.
Maia, yang memiliki hubungan dekat dengan Rhoma, mengaku sempat mendapatkan informasi bahwa sang Raja Dangdut secara konsisten mengabsen karyawan saat waktu ibadah tiba. Rhoma dengan tegas membenarkan informasi tersebut, menunjukkan kesungguhan dan konsistensinya dalam menjalankan praktik keagamaan.
Tak hanya di dalam negeri, Rhoma Irama juga menegaskan bahwa kebijakan salat berjamaah berlaku bahkan saat dirinya dan tim sedang melakukan tur ke berbagai daerah.
"Selalu, terutama kalau kita tour ke luar kota bahkan ke luar negeri, itu memang jadi suatu kebiasaan kami harus selalu salat berjamaah," ungkap Rhoma Irama dalam sebuah wawancara dikutip dari YouTube Maia Al El Dul TV, Kamis (15/6/2023).
Dalam upaya untuk terus melaksanakan salat berjamaah, Rhoma Irama tidak pernah melupakan permintaan untuk mendapatkan ruangan khusus saat menginap di hotel bersama timnya.
Ruangan tersebut berfungsi sebagai tempat untuk menjalankan ibadah salat. "Oleh karena itu setiap hotel kita selalu minta ruang untuk salat berjamaah," jelas pelantun Begadang itu.
Rhoma Irama menegaskan bahwa semua karyawan yang bekerja dengannya selalu menjalankan salat lima waktu. Tidak ada satupun dari mereka yang enggan melaksanakan ibadah wajib tersebut. "Semua salat, gak ada yang gak sholat. Kalau gak salat gak di Soneta," tegas Rhoma.
Respons positif pun menghampiri Rhoma Irama setelah kebijakan ini diungkapkan. Maia Estianty, yang merupakan mantan istri Ahmad Dhani, memberikan apresiasi atas konsistensi dan kesungguhan Rhoma dalam menjalankan praktik keagamaan. Maia menganggap kebijakan ini sebagai bentuk komitmen yang patut ditiru oleh semua individu, terutama mereka yang memiliki pengaruh di masyarakat.
Baca Juga: Gandeng BSSN, Polri Bentuk Tim Penanggulangan Insiden Keamanan Komputer
Tidak hanya mendapatkan dukungan dari rekan sejawatnya, Rhoma Irama juga menerima respons positif dari berbagai kalangan. Banyak netizen yang memuji kesetiaan Rhoma dalam menjalankan ibadah dan memotivasi orang lain untuk melaksanakan salat berjamaah dengan konsisten.
Banyak netizen yang memuji kesetiaan Rhoma dalam menjalankan ibadah dan memotivasi orang lain untuk melaksanakan salat berjamaah dengan konsisten. Banyak yang menganggap kebijakan Rhoma sebagai teladan yang baik dalam memadukan kehidupan profesional dan keagamaan.
Ketika ditanya tentang respon karyawan terhadap kebijakan ini, Rhoma Irama menyatakan bahwa semua karyawan yang bekerja dengannya dengan sukarela dan sepenuh hati melaksanakan salat. Mereka memahami pentingnya ibadah dalam kehidupan mereka dan melihat kebijakan ini sebagai kesempatan untuk memperkuat ikatan antar sesama karyawan.
Dalam tim Soneta, salat berjamaah tidak hanya menjadi kewajiban agama, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat persaudaraan di antara mereka. Rhoma Irama, yang dikenal sebagai sosok religius, telah mencerminkan kebijakan ini dalam praktik sehari-harinya.
Ia memberikan contoh yang baik sebagai seorang pemimpin dan juga sebagai individu yang tetap berpegang pada nilai-nilai keagamaan. Dengan menegakkan salat berjamaah, Rhoma Irama tidak hanya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan harmonis, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai solidaritas dan kedisiplinan kepada para karyawan.
Secara keseluruhan, kebijakan Rhoma Irama untuk mewajibkan karyawan menjalankan salat berjamaah merupakan langkah yang menarik dan bernilai apresiasi. Hal ini menunjukkan komitmen dan konsistensi Rhoma dalam menjalankan praktik keagamaan, serta memberikan contoh bagi banyak orang dalam memadukan kehidupan profesional dengan nilai-nilai spiritual.