LINIMASA - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto bercerita terkait hobinya membaca buku. Ia mengaku semula terbiasa membaca buku karena didikan ayahnya yang merupakan akademisi.
Soemitro Djoyohadikoesoemo, ayahanda Prabowo merupakan guru besar di bidang ekonomi. Soemitro pun sempat didapuk menjadi Menteri Keuiangan di era Orde Lama ataupun Orde Baru.
"Jadi ceritanya begini waktu saya besar itu tahun 50 60-an kan belum ada internet gak ada YouTube ya kan gak ada gadget bahkan komputer juga belum ada. Televisi hitam putih dan keluarga saya, bapak saya dulu seorang profesor guru besar," kata Prabowo saat menjadi narasumber di acara Mata Najwa yang dipandu oleh Najwa Shihab, dikutip Jumat (30/6/2023).
Prabowo mengaku bukan berangkat dari keluarga miskin atau sangat susah. Namun, ia pun mengatakan tidak pula memiliki banyak uang dan mengalami fase naik turunnya kehidupan saat karier sang ayah ikut naik turun di kancah politik Indonesia kala itu.
"Kita terus terang bukan miskin tapi kita juga gak memiliki uang banyak," katanya.
"Orang tua saya setiap merayakan ulang tahun anaknya, hadiahnya buku jadi dari situ lah (hobi baca)," ujarnya.
Di masa mudanya, Prabowo mengaku terbiasa datang ke perpustakaan untuk membaca buku atau sekedar mencara bahan referensi untuk mengerjakan tugas sekolah. Hal itu membuatnya semakin mencintai buku-buku.
"Jadi bagi saya, perpustaan itu tempat berlibur kalau sabtu minggu saya ke perpustakaan waktu tinggal di London atau di mana pun di mana saya selalu ke perpustakaan," ucap dia.
"Buku itu pengalaman yang luar biasa, dari situ saya mulai suka buku," tambahnya.
Baca Juga: Persis vs Persebaya: Leonardo Medina Pastikan Laskar Sambernyawa akan Tampil Beda
Najwa Shihab kemudian menanyakan apa buku favorit Prabowo Subianto dan rekomendasi sebuah buku yang wajib dibaca versi capres usungan Partai Gerindra tersebut.
"Ya sulit ya karena banyak referensi ya. Bagi saya katakanlah penulis aja dulu yang saya banyak belajar kagum itu Paulo Coelho, beberapa buku dia banyak tidak terlalu panjang tapi filosofinya sangat tinggi," ucapnya.
Rupanya Prabowo tersihir magis yang tertuang dalam karya novelis asal Brasil tersebut. Alih-alih menyebut magnum opus Coelho, Sang Alkemis, Prabowo justru menyarankan kaum muda untuk membaca buku Coelho yang lainnya, berjudul Kitab Suci Kesatria Cahaya atau The Warriors of The Light.
Prabowo mengaku banyak mengambil pelajaran dan kebijaksanaan yang tertuang dalam buku tersebut.
"Yang paling berpengaruh kepada saya itu terkahir-akhir adalah The Warrior of The Light," katanya.
"Itu gak tebal ringkas-ringkas tapi pelajarannya itu membangkitkan semangat saya luar biasa itu buku, saya sarankan anak-anak muda yang ingin maju dan sukses baca buku itu," tegasnya.