LINIMASA - Budiman Sujatmoko, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), berkunjung ke kediaman bakal calon presiden (Capres) usungan Partai Gerindra, Prabowo Subianto pada Selasa (18/7), kemarin.
Direktur Eksekutif Institute for Democray and Strategic Affairs (INDOSTRATEGIC), Khoirul Umam berpendapat adanya indikasi perpecahan di internal PDI Perjuangan menyusul kunjungan Budiman itu.
Menurut Khoirul Umam, kunjungan tersebut mengindikasikan adanya perpecahan di tubuh partai berlogo banteng tersebut yang tengah mengusung Ganjar Pranowo untuk maju di ajang Pilpres 2024 mendatang.
"Di saat yang sama, statement Budiman yang menggarisbawahi tentang pentingnya pemimpin militer, senior dan berpengalaman mengadapi ketidakpastian global, juga menyiratkan secara jelas dukungan politiknya pada pencapresan Prabowo di Pilpres 2024 mendatang," kata Umam melalui keterangan pada Kamis (20/7/2023).
Umam mengatakan manuver Budiman berkunjung ke Kertanegara sepertinya betul-betul di luar kontrol PDIP. Ia mengatakan manuver tersebut merupakan semacam reaksi Budiman karena ada pihak-pihak yang berusaha meminggirkan dirinya di PDIP.
"Hal itu diindikasikan oleh tidak diberikannya posisi pencalegan yang layak bagi Budiman, dan dirinya juga tidak dilibatkan dalam tim pemenangan pencapresan Ganjar Pranowo. Karena itu, Budiman merasa tidak punya beban dan memilih untuk menjadi 'partikel bebas' yang seolah tidak ingin didikte oleh aturan organisasi konstitusi partai PDIP," katanya.
Selain itu, kata dia, ada indikasi menguatnya barisan mantan aktivis 98 di lingkaran Prabowo. "Hal ini tentu unik sekaligus ironis. Unik karena Prabowo akhirnya bisa meyakinkan simpul-simpul jaringan kekuatan yang dulu sangat efektif mendegradasinya di Pilpres 2014 dan 2019. Tapi juga ironis karena sejarah Reformasi 1998 juga mewariskan tanggung jawab moral perjuangan kepada jaringan aktivis 98 yang kini bertransformasi jadi politisi dan sel-sel relawan itu," ujarnya.
"Tentunya manuver ini akan memantik kekecewaan besar dari masyarakat yang masih peduli sejarah reformasi, namun nature politik hari ini memang telah berubah," kata dia.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun memastikan partai Megawati Soekarnoputri tersebut bakal memanggil Budiman.
"Pasti kami panggil (Budiman). Semua diperlakukan sama," ujar Komarudin saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.