LINIMASA - Madun Oseng, yang lebih dikenal dengan nama panggungnya Nyak Kopsah, merupakan seorang pengusaha kuliner dan kreator konten yang baru-baru ini menjadi sorotan karena reaksinya marah terhadap ulasan negatif oleh seorang food vlogger bernama A Juju.
A Juju memberikan ulasan buruk terhadap warung makan milik Madun Oseng. Dalam ulasannya, A Juju menyoroti berbagai permasalahan, termasuk keberadaan sampah di tempat makan tersebut dan kehadirannya yang dekat dengan sungai yang menyebabkan aroma yang kurang sedap.
A Juju juga mengkritik harga makanan di warung tersebut yang menurutnya terbilang mahal, terutama ketika ia hanya diberikan kantong plastik merah saat ingin membawa pulang makanan.
Bang Madun, seperti yang ia panggil, merasa sangat tidak puas dengan ulasan tersebut dan akhirnya meledak emosinya. Ia meluapkan kemarahannya sambil memberikan klarifikasi.
"Nih kantong kresek, 25 tahun. Enggak mungkin pakai kresek doang! Makanya gue bilang, nanya dulu. Main bikin video aja lu!" ujar Bang Madun dengan emosi dalam video di TikTok.
Namun, Bang Madun memang bukanlah sosok sembarangan dalam dunia kuliner. Warungnya, yang diberi nama Oseng-oseng, telah berdiri sejak tahun 1998. Lalu, siapakah sebenarnya Bang Madun? Berikut ini adalah profil lengkapnya.
Profil Bang Madun
Bang Madun memiliki nama asli Ahmad Yani. Ia adalah seorang seniman Betawi yang lahir di Tangerang.
"Ngkong (kakek) gue seniman ternama di Tangerang, namanya Haji Jengkur," kata Bang Madun dikutip dari kanal YouTube Netmediatama.
Bang Madun kini dikenal sebagai seorang kreator konten di media sosial, terutama dalam bidang kuliner. Namun, jauh sebelumnya, ia pernah bekerja sebagai chef di salah satu hotel.
Itulah salah satu faktor yang membentuk keahlian masaknya dan memungkinkan Bang Madun untuk membangun warung makan hingga bisa bertahan selama 25 tahun.
Menjadi Pengusaha Kuliner
![Madun Oseng Nyak Kopsah [Instagram]](https://media.suara.com/suara-partners/linimasa/thumbs/1200x675/2023/09/20/1-madun-oseng-nyak-kopsah.jpg)
Untuk mencapai kesuksesan seperti sekarang, Bang Madun harus melewati berbagai proses yang tidak mudah.
Ia bercerita bahwa ia memulai usahanya dengan tenda pinggir jalan, dan perlahan namanya terus berkembang hingga memiliki tempat sendiri di kawasan Cipondoh, Tangerang.
"Dulu buka warung di pinggir jalan pakai tenda 10 tahun. Sekarang di sini," kata Bang Madun.
Seperti banyak pengusaha sukses, Bang Madun juga mengalami berbagai tantangan dan kesulitan dalam perjalanan membangun warung Oseng-oseng. Ia bahkan nyaris menangis saat mengingat perjuangannya yang keras.
"Bini gua angkat keranjang, pas lagi hamil. Enggak kuat, jatuh semua makanannya. Ya gimana enggak sedih, ltu boleh pinjam," ucapnya sambil mengusap air mata.
Selain itu, warung Bang Madun pernah menjadi sasaran aksi vandalisme oleh seorang yang mabuk.
"Dia minta makanan, saya bilang ntar dulu. Tapi dia nggak ngerti, warung gua ditebalikin, semua air sampai sambel tumpah," ucap bang Madun.
Meskipun menghadapi berbagai rintangan, Bang Madun tidak pernah menyerah. Warungnya tetap berdiri hingga puluhan tahun dan bahkan menjadi sumber penghasilan bagi sekitar 12 karyawan dengan gaji Rp 6 juta.
Selain sukses secara bisnis, Bang Madun juga berhasil secara pribadi. Ia memiliki tanah dan mobil hasil dari usaha kulinernya. Anak-anaknya pun sukses, dengan beberapa di antaranya menjadi dokter dan calon polisi.