Momen pertemuan antara Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang duduk satu meja di rangkaian acara G20 menjadi sorotan publik.
Pasalnya momen tersebut merupakan momen langka. Diketahui, pasca Pemilu 2004, hubungan antara SBY dan Megawawati bersebrangan.
Terkait hal tersebut, pengamat Politik Dedi Kurnia Syah Putra menilai momen tersebut punya potensi untuk mengubah peta politik menjelang kontestasi Pilpres 2024.
"Dalam politik semua bisa terjadi, termasuk koalisi PDIP dan Partai Demokrat," kata Dedi dikutip dari Warta Ekonomi-jaringan Suara.com, Jumat (18/11/2022).
Kendati demikian, kedua tokoh tersebut kata Dedi cukup sulit disatukan lantaran memiliki beberapa perbedaan.
"Salah satunya karena faktor karakter pemilih yang berseberang," tutur Dedi.
Selain itu, Dedi juga menyebutkan faktor tersebut cukup krusial dan tidak mudah untuk disatukan. Bahkan kata dia, jika dipaksakan, akan merusak akar rumput kedua partai politik.
"Bukan tidak mungkin baik PDIP maupun Demokrat kehilangan suara jika keduanya dipaksakan untuk bersatu," katanya.