Politisi PDI Perjuangan Adian Napitulupu menepis isu partainya terbelah akibat adanya persaingan di antara Puan Maharani dan Ganjar Pranowo untuk berebut tiket emas calon presiden.
Hal ini dilontarkan oleh Adian saat berbincang-bincang dengan Zulfan Lindan.
Ketika itu, Zulfan Lindan bertanya soal kebenaran PDI Perjuangan yang terbelah jelang kontestasi pada tahun 2024 mendatang.
"Apakah benar di dalam PDIP ini terbelah dua, persoalan Puan sama Ganjar di internal," tanya Zulfan seperti dikutip Mamagini melalui tayangan di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia pada Selasa (22/11/2022).
Menerima pertanyaan dari Zulfan, Adian lantas mengklarifikasi. Ia menyebutkan bahwa isu tersebut sama sekali tidak benar.
Bahkan, Adian menjelaskan soal sejarah PDI Perjuangan yang telah melewati proses panjang.
"Enggak. Hubungan kita, PDI Perjuangan ini kan berbeda ya dengan partai lainnya. Kita melewati proses yang sangat panjang, pernah sangat keras dalam prosesnya. Mungkin satu-satunya partai yang pernah head to head dengan Orde Baru adalah PDI Perjuangan," jawab Adian.
"Proses ini kan tidak dimiliki oleh partai lain. Kita tahu bahwa kematangan manusia atau organisasi juga bagian dari proses yang ia jalani. Sehingga menurut saya PDI Perjuangan jauh lebih matang dengan seluruh proses yang telah dilewati," imbuhnya.
Zulfan lantas mempertanyakan ulang soal isu keterbelahan yang ada di dalam PDI Perjuangan. Lagi-lagi Adian membantah hal tersebut.
Baca Juga: Jokowi Kirim Surpres Ke DPR Hari Ini, Pratikno Ungkap Sosok Panglima TNI Yang Baru
"Enggak benar," tuturnya.
Adian lantas menjelaskan bahwa perihal calon presiden yang dimajukan oleh PDI Perjuangan sepenuhnya merupakan keputusan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Sebagai kader harus bisa menghormati dan patuh atas aturan tersebut.
"Karena kesepakatan kongres kita menyerahkan persoalan capres itu pada ketua umum," terang Adian.
"Siapa lagi kemudian yang kita harap menghormati kesepakan yang kita buat selain daripada kita sendiri yang membuatnya," pungkasnya.