Pengamat politik Adi Prayitno menilai Koalisi Perubahan kian lama terlihat semakin kusut karena beberapa hal. Mulai dari tidak adanya partai yang lebih dominan hingga perebutan bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Anies Baswedan dalam Pilpres 2024.
Pernyataan ini dilontarkan oleh Adi Prayitno ketika menjadi salah satu narasumber dalam acara Adu Perspektif yang tayang di kanal YouTube Total Politik pada Selasa (22/11/2022).
"Kenapa saya mengatakan tiga poros partai politik ini agak sedikit rumit dan bahkan kusut karena belakangan memang berdasarkan pada prinsip apa yang disebut oleh beberapa teman PKS dan Demokrat mutual patnership," ujar Adi seperti dikutip Mamagini pada Rabu (23/11/2022).
"Karena di koalisi ini pertama tidak ada yang begitu dominan sebenernya," imbuhnya.
Adi Prayitno lantas menyinggung soal perebutan posisi bakal calon wakil presiden yang akan dipilih Anies. Menurutnya, Demokrat dan PKS sama-sama ngotot untuk mendapatkan posisi tersebut.
Ia lantas mengatakan bahwa hal tersebut yang menjadikan Koalisi Perubahan tidak mengalami perkembangan.
"Koalisi tidak maju-maju karena proposal utama dari Partai Demokrat adalah AHY. Belakangan proposal utama dari PKS adalah Aher," terang Adi.
Dalam pernyataannya, Adi Prayitno menerangkan jika mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut memiliki kegalauan dalam memilih bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya.
Menurutnya, jika Anies memilih bakal calon wakil presiden antara AHY atau Aher, hal tersebut akan membuat Koalisi Perubahan bubar.
Baca Juga: Cianjur Diguncang 161 Kali Gempa Susulan, Ini Penjelasan BMKG
"Kalau Aher tidak dipilih oleh Anies, kalau AHY kemudian tidak dipilih oleh Anies, apakah kedua partai ini akan tetap sami'na wa atho'na dengan NasDem yang mengusung Anies," tutur Adi.
Adi Prayitno lantas mengujarkan bahwa adanya kegalauan Koalisi Perubahan ini menunjukkan adanya cinta segitiga antara Anies-AHY-Aher.
"Itulah yang saya sebut sebagai cinta segita yang rumit. Anies merasa jatuh cinte ke AHY, Anies merasa jatuh cinta ke Aher," kata Adi.
Di akhir pernyataannya, Adi curiga jika pada akhirnya Anies hanya akan memberikan harapan palsu kepada AHY atau Aher.
Ia curiga jika Anies akan memilih pasangan yang akan mendampinginya dalam kontestasi dari luar Koalisi Perubahan.
"Makanya saya justru malah mencurigai, jangan-jangan memang ini AHY dan Aher sengaja dibentur-benturkan, nanti yang akan dipilih oleh Anies itu bukan di antara keduanya, untuk menghindari konflik dan friksi internal," pungkasnya.