Satu helikopter terlihat terbang rendah menyebabkan tenda pengungsian korban gempa Cianjur porak-poranda.
Dikutip dari @fakta.indo, terlihat satu helikopter terbang rendah menurunkan bantuan untuk para pengungsi.
Akibat terbang rendah, efek baling-baling menyebabkan tenda pengungsi berterbangan.
Para pengungsi pun ikut berhamburan saat helikopter berada terlalu dekat.
Dari keterangan video, diketahui rekaman video tersebut terjadi di Kampung Karamat RT/RW 001/009 Desa Sukamulya Kecamtan Cugenang, Kamis (24/11/2022).
Dalam rekaman video, terdengar teriakan beberapa warga untuk segera memungut barang bantuan.
“Ambil-ambil,” teriak saah seorang di dalam rekaman video tersebut.
Warganet memberikan komentar yang beragam di unggahan tersebut.
"Yang komentar negarif gak tau betapa sulitnya medan disana dan tidak memungkinkan untuk mendarat,tak semudah yang kalian lihat, lewat jalur darat dipalak lewat jalur udara dicaci maki,,mendink bantu sembako pakaian daripada cuman menghujat kalau tidak bisa bantu dengan doa," tulis
aprilly***
Baca Juga: Belum Seminggu, Anwar Ibrahim Sudah Bikin 6 Gebrakan Baru: Tolak Gaji hingga Ogah Naik Mobil Dinas
"Serba salah yak, lewat darat di cegat, lewat udara berantakan semangat semua semoga sehat selalu," tulis juanpu***
Dikutip dari @faktaindo, atas kejadian itu Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi pun memohon maaf.
“Saya memohon maaf kejadian kemarin. Memang dalam penyaluran logistik itu kita melihat bentuk kontur dari lokasi tersebut. Tidak mudah, terus untuk terbang mendekati mengedrop logistik tersebut. Kita tidak bisa mendarat di daerah tersebut karena lapangan sendiri dipakai untuk mereka mengungsi. Sehingga sedapat mungkin kita memberikan bantuan atau melemparkan itu bisa dijangkau dengan mudah,” kata Henri.