Kisah perjuangan ibu guru Sahari yang harus menempuh perjalanan jauh untuk bisa sampai di sekolah tempat ia mengajar viral di media sosial.
Guru honorer ini diketahui harus berjalan kaki menerabas pegunungan agar bisa bertemu dan mengajar 10 muridnya di Sekolah Dasar (SD).
Karena kisahnya viral, ibu guru Sahari kini diundang ke salah satu stasiun TV. Di sana, wanita yang sudah tak lagi muda ini menceritakan kisah perjuangannya sebagai seorang guru.
Meskipun harus berjuang habis-habisan hanya untuk mengajar, ternyata ibu guru Sahari hanya mendapatkan gaji senilai Rp100 ribu per bulan. Mirisnya, gaji tersebut akan berada di tangan Sahari per tiga bulan.
"Per tiga bulan baru terima karena itu setiap tiga bulan baru keluar dana bos," kata Sahari seperti dikutip Mamagini melalui ungggahan kanal YouTube TRANS TV Official pada Selasa (6/12/2022).
"Kalau gaji saya itu mungkin mas kaget, cuma seratus ribu per bulan," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sahari juga menjelaskan bahwa dirinya setiap hari hanya mengajar 10 siswa. Ia menerangkan bahwa di sekolahnya sedang kekurangan siswa.
Karena dirinya hanya mengajar 10 siswa, maka tak heran jika gaji yang diterimanya sangatlah minim karena gaji tersebut diambil dari dana BOS.
"Kita ini digaji. Siswa saya kan kurang jumlahnya cuma sedikit, cuma 50 orang, kelas 1 sampai kelas 6. Mengajar kelas 1, kalau saya cuma mengajar 10 orang," ujar Sahari.
"Kalau itu pendapatannya karena itu namanya dari dana BOS. Kita ini kan banyak honor, sedangkan dana BOS cuma sedikit kalau siswanya sedikit," lanjutnya.
Meskipun bergaji sangat minim, Sahari mengungkapkan alasan mengapa hingga kini dirinya tidak keluar dari sekolah tersebut.
Alasannya adalah karena jika dia memutuskan keluar dari sekolah, maka anak didiknya akan menangis. Sahari pun tak tega dengan hal tersebut karena dirinya telah menganggap para murid sebagai anaknya.
"Saya itu bertahan di sana mas karena anak-anak. Kayak saya anggap sebagai anak saya, karena kalau saya ungkap itu, saya sebut saya mau pindah atau saya mau berhenti, anak-anak menangis," pungkasnya.