Tes uji kebohongan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf diungkap ahli poligraf dalam sidang kemarin, Rabu (14/12/2022).
Hasil tes kebohongan ini diungkap oleh ahli poligraf Aji Febrianto Ar-Rosyid, dan potongan videonya diunggah ulang oleh akun @lambe_turah, Kamis (15/12/2022).
Hasil tes poligraf di tempat berbeda terhadap kelima terdakwa menunjukkan hasil yang berbeda-beda.
Ahli poligraf pun membacakan skor uji kebohongan masing-masing terdakwa.
"Untuk Bapak FS nilai totalnya minus 8," kata ahli poligraf dalam persidangan.
"Kalau terdakwa Putri?" tanya jaksa.
"Minus 25," ucap Adi.
"Kalau terdakwa Kuat?" tanya jaksa lagi.
"Untuk Kuat dilakukan dua kali pemeriksaan, yang pertama plus 9, yang kedua adalah minus 13," ucap ahli poligraf.
Baca Juga: Olivier Giroud Panas-panasi Kuping Messi Jelang Final Piala Dunia 2022
Sedangkan untuk Bripka Ricky yang juga dites dua kali, menunjukkan hasil plus dua-duanya, yaitu plus 11 dan plus 19. Dan terakhir, Bharada Eliezer mendapat nilai plus 13.
Lalu, apa arti skor plus dan minus tersebut? Menurut sang ahli poligraf, skor plus berarti terindikasi jujur, sedangkan skor minus terindikasi bohong.
Unggahan tersebut pun langsung menuai banyak atensi dan komentar warganet. Sebagian besar fokus pada skor uji kebohongan Putri Candrawathi yang paling banyak minusnya.
"-25 banyak bohongnya," kata warganet.
"Udahlah Bu putri, jujur aja jangan banyak drama. Kuncinya di Putri ini mah, dia jujur semua kebongkar," balas warganet lainnya.
"Bu PS paling banyak bohongnya. Mau dibilang itu mesin cuma robot, walaupun ada kesalahan juga paling cuma sekian persen. Gak mungkin 100% mesin salah juga," kata warganet.