Venna Melinda menceritakan bahwa pilihan tersulit dalam hidup bukanlah saat memutuskan untuk memilih jodoh atau saat menikah dengan Ferry Irawan. Sebab kata Venna Melinda, saat memilih Ferry Irawan menjadi teman hidupnya, ia hanya mengetes Ferry Irawan saat menjadi imam shalat.
"Pilihan tersulit bukan malah milih jodoh waktu Ferry ya, karena Ferry itu aku memilih hanya gara- gara sesimple aku bilang, pertama dia bilang aku tolak, aku marahin karena pertama aku lihat dia terlalu cepat menyatakan, kedua dia lebih muda. Tapi pada saat aku tolak dua hari kemudian aku tes dia bisa jadi imam nggak pada saat shalat dan itu shalat maghrib cuma 3 rakaat, which is nggak sampai 10 menit. pada saat dia tajwidnya bagus, itulah mungkin jawaban setiap doa ku selama 9 tahun jomblo bahwa kayaknya dia," ujar Venna Melinda yang dikutip dari Podcast Merry Riana, Senin (9/1/2023).
Namun Venna Melinda menjelaskan bahwa pilihan tersulit yakni usai dirinya memutuskan berpisah dengan Ivan Fadilla. Sebab ia masih memikirkan nasib anak-anaknya usai bercerai dengan Ivan Fadilla ketika itu.
"Kalau ditanya pilihan tersulit pada saat waktu aku memutuskan ya waktu habis ditalak. Itu aku memikirkan, kalau aku pertahankan waduh kayaknua sebagai perempuan kok nggak ada pride ya karena sudah diselesaikan. Tapi sebagai ibu rasanya pengen lanjut karena seorang ibu kalau perlu harga diri nggak usah deh yang penting anak lu jangan broken home, itu paling sulit, sulit banget," papar Venna Melinda.
Pilihan tersulit tersebut kata Venna Melinda karena dirinya pernah trauma di waktu kecil melihat kedua orangtuanya yang bercerai. Kata Venna, sang ibunda ketika itu mempertahankan rumah tangganya sampai 20 tahun, sedangkan dirinya mempertahankan sampai 17 tahun
"Jangan lupa kita pun punya hak asasi kita bahwa kita perempuan dan di agamaku kalau sudah ditalak buat aku dia sudah tidak ingin melanjutkan, meskipun di hati kecilku anak anaka saya gimana. Tapi yakinlan ini sudah final dan sadarlah bahwa sebagai perempuan, yanh kamu bisa hargai adalah dirimu sendiri, kalau kamu tidak punya harga diri, anak itu kan dilindungi Allah 'kenapa lu sibuk mau jadi hero', itu kan salah pemikiran. Jadi itu memang perang batin yang buat aku luar biasa sama anak," katanya.