Pandji Pragiwaksono terang-terangan menyebut tak ingin Anies Baswedan maju di jadi capres di Pilpres 2024. Padahal Panji pernah menjadi Jubir Anies Baswedan di Pilgub DKI 2017.
"Tidak," kata Pandji dikutip dari wartaekonomi via chanel Youtube Komisidotco.
Panji juga menjelaskan sedikit pandangannya terkait kebijakan Anies selama memimpin Jakarta. Ia menyebut kecewa karena ada program yang tidak sesuai janji Anies seperti yang dijanjikannya saat kampanye Pilgub DKI.
"Kalau kecewa sih ada, bukan enggak seneng. Suka programnya, kecewa karena ga jalan. Misalkan Rumah DP 0 persen, lalu OKE OCE. Kayanya prinsipnya kalau memang perlu dilakukan, perjuangin aja dulu, belum tahu bisa apa enggak. Bahasa aslinya; lempar dulu aja lah, kita liat nanti," terangnya.
"DP 0 persen kan ketahan di pusat, karena untuk membuat perumahan komersil dan pemerintah pusatnya mau atau mengijinkan pemerintah pusat harus ikut terlibat dalam penentuan harga dan itu harus ada UU yang dibenerin, itu yang agak susah," tambahnya.
Selain itu ia juga mengkritik program OK OCE tidak jalan, yang terbentur masalah birokrasi dan terjadi lempar tanggung jawab di atasnya.
"Kalau OK OCE lebih kecewa karena menurut gosip yang saya dengar, ada kebingungan soal kepala siapa yang bertanggungjawab terhadap ini itu lah. Apalagi sejak Bang Sandiaga Uno mundur karena waktu itu pengin jadi cawapresnya (Prabowo Subianto), ini gengnya siapa nih yang mau ngurus. Kan sebenernya bagus, kan satu kecamatan satu sentra kewirausahaan. Gue malah menyediakan diri kalau butuh fasilitator gue dengan senang hati," pungkasnya.
Selanjutnya ia juga mengomentari program rumah DP 0 persen sebenarnya lebih mudah diimplementasikan bila Anies berhasil jadi presiden.
"Sebenarnya salah satu cara kalau DP 0 persen itu bisa jalan kalau dia (Anies) jadi presiden, tapi kan berantemnya kan susah, karena tahu kan bohir-bohir perumahan seperti apa," tutupnya.
Baca Juga: CEK FAKTA: 2000 Anak Buah AHY Serang MA Tak Terima Demokrat Dimenangkan Kubu Moeldoko