Beredar di media sosial, video dengan klaim Amien Rais diseret paksa dan resmi divonis hukuman mati. Informasi tersebut diunggah oleh akun Youtube Benang Merah.
Dalam video tersebut tertulis judul di thumbnail 'Diseret Paksa !! Amin Rais Resmi Difonis hukuman mati.
Melalui video thumbnail, ditampilkan foto Amien Rais yang digiring aparat kepolisian tanpa mengenakan baju. Foto thumbnail tersebut merupakan editan.
Sedangkan di keterangan video Youtube tertulis judul 'LIVE PAGI INI !! AKHIRNYA SITUA BANGKA AMIN RAIS JALANI HUKUMA BERAT'.
Di awal video, narator membacakan soal pernyataan Budiman Sudjatmiko yang kasihan melihat Amien Rias yang mau membuat people power.
"Budiman Sudjatmiko kasihan lihat tingkah Amien Rais yang mau bikin people power," ujar narator dalam video yang dikutip Mamagini.Suara.com dari Youtube Benang Merah, Rabu (28/8/2023).
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran dengan melihat secara lengkap video tersebut 8 menit 10 detik tidak ditemukan video atau foto atau bukti valid dari klaim Amien Rais diseret paksa dan divonis hukuman mati.
Video tersebut juga tidak terdapat kesesuaian antara judul dan thumbnail video yang diunggah dengan isinya. Foto yang digunakan di thumbnail video pun juga merupakan hasil rekayasa.
Sehingga klaim Amien Rais diseret paksa dan resmi divonis hukuman mati adalah konten dengan koneksi yang salah.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, klaim Amien Rais diseret paksa dan resmi divonis hukuman mati adalah hoaks atau tidak benar. Narasi tersebut masuk ke dalam kategori konten menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].