Beredar kabar yang menarasikan bahwa Ali Mochtar Ngabalin ditangkap karena ngotot membela Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 203 ribu pengikut bernama RODA POLITIK melalui sebuah video yang diunggah pada 13 Juli 2023.
"NGOTOT MATI MATIAN BELA AL ZAYTUN AKHIRNYA NGABALIN DIRINGKUS BERSAMA PANJI GUMILANG??" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Jumat (14/7/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa gambar yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"NGOTOT BELA AL ZAYTUN ??
AKHIRNYA NGABALIN DIRINGKUS BERSAMA PANJI GUMILANG"
Namun begitu, apakah benar Ngabalin ditangkap karena ngotot membela Al Zaytun?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Ngabalin yang ditangkap karena ngotot membela Al Zaytun.
Unggahan tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Ngabalin ditangkap karena ngotot membela Al Zaytun.
Baca Juga: 35 Kata-Kata Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 2023 yang Penuh Harapan
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada bukti atau berita kredibel yang menyatakan bahwa Ngabalin ditangkap karena ngotot membela Al Zaytun.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan 'NGOTOT BELA AL ZAYTUN ?? AKHIRNYA NGABALIN DIRINGKUS BERSAMA PANJI GUMILANG' merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].