Aksi nekat seorang ibu rumah tangga menggemparkan acara Rembuk Kemerdekaan Relawan Bobby Nasution (RKBN) yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Medan, Sumatera Utara, pada hari Minggu (27/8/2023).
Emak-emak tersebut, berinisial RT ini dengan tegas mengungkapkan permasalahan terkait keadilan yang dia anggap belum diperoleh.
Dengan suara yang lantang, dia berteriak sembari berusaha menerobos barisan Paspampres yang melakukan pengamanan.
"Tolong keadilan untuk kami pak," teriaknya, menyiratkan frustrasi dan keputusasaan.
Berikut beberapa fakta penting terkait insiden tersebut:
1. Terobos Temui Jokowi
Aksi nekat emak-emak tersebut mencapai puncaknya ketika dia melemparkan air dan sandal ke arah Presiden Jokowi. Dengan tekad yang kuat, wanita berbaju hitam tersebut berusaha menerobos pengamanan untuk bisa mendekati Presiden Jokowi.
Namun, petugas Paspampres dengan sigap bertindak untuk menghentikannya, dan dalam proses tersebut, wanita tersebut jatuh tersungkur.
2. Paspampres Larang Ambil Video
Baca Juga: Usai Piala AFF, Shin Tae-yong Siapkan Latihan untuk Hadapi Kualifikasi Piala Asia U-23
Insiden langka ini menarik perhatian banyak orang yang berusaha merekam aksi tersebut dalam bentuk video.
Namun, upaya merekam tersebut langsung dicegah oleh petugas Paspampres yang bertugas. Mereka secara tegas melarang pengambilan video.
3. Terindikasi ODGJ
Wanita yang terlibat dalam aksi tersebut diduga bernama Roida Tampubolon. Dikutip dari SuaraSumut.id, wanita ini diduga terindikasi gangguan jiwa, seperti yang tertulis dalam surat dari Dinas Sosial Kota Medan tanggal 27 Oktober 2021, menurut kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi.
Menurut pihak berwajib, kejadian berawal saat Presiden Jokowi berjabat tangan dan berfoto bersama beberapa relawan.
4. Teriak dan Gigit Tangan Petugas
Wanita ini awalnya ditempatkan di bawah pengawasan Tim Tirai yang berada di sekitar lokasi. Upaya Tim Tirai untuk menenangkan RT tidak membuahkan hasil, dan dia terus meneriakkan unek-uneknya sambil melemparkan air dan sandal.
Petugas kemudian mencoba mengamankan wanita tersebut, namun dia tetap terus meneriakkan protesnya. Di tengah situasi tersebut, petugas mengamankan wanita tersebut dan mencoba membawanya ke belakang kursi undangan.
Namun, RT akhirnya diamankan oleh relawan dan ormas yang hadir di sekitarnya. Selama kejadian, ada laporan bahwa salah satu petugas pengamanan mengalami gigitan dari RT.