Pertandingan Piala Dunia U-17 yang akan digelar pada 10 November 2023 tinggal menghitung hari.
Untuk memastikan perhelatan sepak bola itu berjalan lancar, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) melakukan pengecekan Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Senin (28/8/2023).
Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemkot Surakarta Rini Kusumandari, masih ada beberapa kekurangan yang belum memenuhi standar FIFA berupa fasilitas pendukung di Stadion Mahanan.
"Soal Stadion Manahan Solo tinggal fasilitas saja, kalau arena pertandingan sepak bola Piala Dunia U-17 tidak ada masalah dari FIFA," kata Rini Kusumandari, mengutip Antara Senin.
Adapun beberapa hal yang perlu dibenahi yakni:
1. Tribun Railing
Menurut Rini, dalam kunjungannya FIFA menyoroti soal tribun railing di depan ruang VIP yang diminta untuk dipotong karena mengganggu pemandangan.
2. Furniture dan Perabotan
Hal lain yang menjadi perhatian yakni, masih kurangnya sejumlah furniture dan perabotan.
Baca Juga: Ipswich Town Tampil Lagi di Piala Liga Inggris, Panggungnya Elkan Baggott
"Khusus furniture, menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Surakarta, tetapi untuk yang fisik tanggung jawab dari Kementerian PUPR," jelasnya.
3. Platfom Kamera
FIFA juga meminta adanya penambahan platfom kamera di tribun yang menjadi tugas Kementerian PUPR.
"Kami pemerintah kota menganggarkan furniture dan platfom kamera di ruang konferensi pers yang harus ada platfom kamera," paparnya.
4. Security Server
Dalam kesempatan itu, kata Rini, FIFA juga meminta agar ada dua security server, masing-masing terletak di Stadion Manahan dan dekat kantor Manahan.
"Server kantor dengan stadion juga diminta agar disatukan, sehingga dapat dipantau melalui pusat dan lebih efisien dan operasionalnya," jelasnya.
"Jadi petugas tidak hanya memantau saja, tetapi mereka bisa dimana fokus yang menjadi perhatian," lanjut Rini.
5. Jumlah Sumur
Selain itu, FIFA juga menyoroti soal jumlah sumur di Stadion Manahan Solo yang hanya memiliki satu unit.
Padahal, kata Rini untuk mengisi tandon air ukuran 1.200 kubik diperlukan lebih dari satu sumur agar bisa terisi lebih cepat.
"Sedangkan aspek arena pertandingan seperti rumput dan sebagainya sudah tidak ada masalah. FIFA akan kembali ke Solo pada September, dan meminta seluruh persiapan stadion harus sudah selesai seluruhnya," pungkasnya.