Beredar kabar tidak benar yang menarasikan bahwa polisi menemukan daging Babi di dapur Pondok Pesantren Al Zaytun.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 16,7 ribu pengikut bernama 24 Hour News melalui sebuah video yang diunggah pada 2 SEPTEMBER 2023.
"Heboh ! Polisi Bongkar Dapur Konsumsi Santri Al Zaytun, Penuh dengan Daging B4bi" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Minggu (3/9/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa gambar yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"POLISI TERKEJUT MELIHAT ISI DAPUR KONSUMSI SANTRI AL ZAYTUN"
Namun begitu, apakah benar polisi mendapati daging babi di Ponpes Al Zaytun?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait polisi mendapati daging babi di Ponpes Al Zaytun.
Unggahan tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa polisi mendapati daging babi di dapur Ponpes Al Zaytun.
Baca Juga: Arya Saloka Terang-terangan Ungkap Sudah Resmi Jadian dengan Amanda Manopo, Benarkah?
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada bukti atau berita kredibel yang menyatakan bahwa polisi mendapati daging babi di dapur Ponpes Al Zaytun.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan "Heboh ! Polisi Bongkar Dapur Konsumsi Santri Al Zaytun, Penuh dengan Daging B4bi" merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].