Majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai bacawapres tak cuma bikin heboh masyarakat Indonesia, tapi juga media luar negeri.
Sejumlah media asing ramai menganggap bahwa majunya putra tertua dari Presiden Jokowi ini membawa aroma kental politik dinasti dan sarat akan nepotisme.
Selain itu, adanya keputusan kontroversial dari Mahkamah Konstitusi juga tak luput dari sorotan media asing.
ABC News, media asal Australia menuliskan:
"Gibran, 36, menjabat sebagai walikota Surakarta, kampung halaman Widodo di provinsi Jawa Tengah. Dia tidak memenuhi persyaratan usia untuk mencalonkan diri 40 tahun tetapi Mahkamah Konstitusi negara itu – yang dipimpin oleh saudara ipar presiden – membuat pengecualian dalam putusan pekan lalu. Sekarang memungkinkan mereka yang menjabat atau telah terpilih sebagai pemimpin daerah untuk mencalonkan diri pada usia yang lebih muda."
"Keputusan kontroversial, yang membuka jalan bagi Gibran untuk mencalonkan diri dalam pemilihan, telah banyak dikritik sebagai nepotistik, dengan analis memperingatkan hal itu dapat merusak proses demokrasi."
Senada dengan ABC News, Aljazeera juga mengutarakan hal senada terkait keputusan MK dan juga potensi politik dinasti.
"Pilihan Gibran yang berusia 36 tahun, yang saat ini menjadi walikota kota Surakarta, Jawa Tengah, dapat membantu meningkatkan kampanye mantan jenderal untuk jabatan puncak, tetapi juga memicu kritik bahwa Jokowi sedang mencoba untuk menciptakan dinasti politik di negara demokrasi terbesar ketiga di dunia."
"Pekan lalu, pengadilan menegakkan aturan bahwa kandidat harus berusia minimal 40 tahun tetapi membuat pengecualian bagi mereka yang telah memegang jabatan publik."
Baca Juga: Blunder Fatal, Tentara Israel "Tak Sengaja" Tembaki Pos Jaga Mesir Pakai Tank
Hingga saat ini, terdapat tiga pasangan yang akan bertarung di Pilpres 2024, yakni Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming serta Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.