Pengamat politik Hanta Yudha menyebut bahwa ada potensi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang semula kader PDI perjuangan, berpindah dan diusung oleh Partai Golkar.
"Apakah Ganjar kemudian pindah, oh iya betul ada potensi tapi tidak otomatis," kata Hanta dikutip dari tvOneNews, Minggu (20/11/2022).
Kendati demikian, potensi itu dilihat dari keberadaan campur tangan PDIP dalam perpindahan Ganjar tersebut.
Hanta menyebut bahwa apabila ada campur tangan PDIP, maka Golkar tidak terlalu banyak berharap untuk mendapatkan Ganjar. Sebab, Ganjar disebut masih tetap 'merah'.
"Tapi ini tantangan kita lihat ujungnya seperti apa, kalau saya baca memang Golkar, terutama PAN dan P3 ini sudah bisa kita lihat ada 3 capres yang kredibilitasnya kuat sementara ini. Meskipun mereka kompetitif seperti Prabowo, Anies dan Ganjar," ungkap Hanta.
Menurutnya, arah Ganjar akan berada di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), yang terdiri dari Golkar, PAN, dan PPP. Hal itu disebut Hanta karena ada faktor King Maker di belakangnya.
"Saya kira adalah 3 partai ini terutama, mungkin diantara tiga yang partai paling 'yang masih bisa paling dekat dengan kekuasaan' untuk menggantikan kata yang paling bisa dikendalikan oleh kekuasaan. Jadi faktor ini sebenarnya tantangannya, kalau bahasa saya tangan kuat," pungkasnya.
Hanta menyebut baik Ganjar maupun PDIP akan sama-sama terancam apabila Gubernur Jawa Tengah itu keluar dari partai banteng. Terlebih lagi, Ganjar dan PDIP sama-sama berbasis di Jawa Tengah.
"Jawa Tengah itu ya kandang banteng, itu juga basis Ganjar. Jadi dua-duanya ini dilematis, kalau dua-duanya berpisah ada pendukung ibu Mega dan PDIP yang sangat loyal kemudian Ganjar keluar, bisa jadi tidak memilih Ganjar. Begitu juga pemilih Ganjar yang loyal, itu tidak akan memilih PDI Perjuangan. Dilematis mereka," jelas Hanta.
Baca Juga: Followers Messi Lampaui Jumlah Penduduk Amerika Selatan, Ronaldo Lebih Sangar
Hanta menyebut bahwa pemilih di Jawa Tengah yang berbasis Ganjar dan PDIP akan terbelah.
Ketika Ganjar keluar dan pemilih PDIP turun, maka pemilih Ganjar juga ikut turun.
Sementara itu, Golkar memiliki PR untuk membuat Ganjar untuk menjadi kuning sesuai dengan partai mereka.