Beredar kabar bahwa mendiang Brigadir J alias Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat memberikan pesan terakhir ke sopir ambulance di tengah perjalanan.
Sopir ambulance itu disebut bernama Ahmad Syahrul, yang juga menjadi saksi dalam sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
Informasi tersebut disebarkan dan diunggah oleh akun bernama 'Pena Merah' dan 'Bawah Jendela' di jejaring media sosial Facebook.
Dalam unggahan itu diperlihatkan cuplikan suasana persidangan dan diklaim Brigadir J memberikan pesan terakhir kepada Ahmad Syahrul.
Narator video pun menjelaskan bahwa Ahmad Syahrul sempat mendengar suara Brigadir J dalam perjalanannya menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Hal itu diduga disampaikan oleh Ahmad Syahrul ketika menjadi saksi persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Begini narasi yang dituliskan dalam unggahan tersebut.
"GEMETAR!!! Pesan Terakhir Brigadir Kepada Sopir Ambulance Ditengah Perjalanan"
Lalu benarkah klaim tersebut?
Baca Juga: KPK Pastikan Proses Hukum Kasus Lukas Enembe Tetap Berjalan
Penjelasan
Berdasarkan hasil penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, klaim soal Brigadir J memberikan pesan terakhir kepada sopir ambulance Ahmad Syahrul adalah salah.
Faktanya, tidak ada kesaksian ataupun keterangan dari mulut Ahmad Syahrul yang menyebutkan bahwa dia mendengar suara Brigadir J.
Ahmad Syahrul pun tidak memberikan kesaksian bahwa dia mengetahui pesan terakhir dari Brigadir J dalam ambulance ketika menuju RS Polri.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, maka kabar yang diunggah soal sopir ambulance Ahmad Syahrul mendengar suara dan mendapatkan pesan terakhir dari Brigadir J dalam perjalanan adalah keliru.