Partai NasDem telah mendeklarasikan eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden 2024, meski sebenarnya Anies belum mendapatkan tiket pencalonannya karena Partai NasDem masih terhalang presidential threshold 20 persen.
Namun Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah justru membawa kemungkinan yang lebih buruk. Pasalnya Fahri menyebut Anies bisa jadi akan di-drop Partai NasDem begitu saja saat last minute.
Hal ini diungkap Fahri dalam diskusi Adu Perspektif yang ditayangkan di kanal YouTube detikcom. "Semua yang kita omongkan ini, mohon maaf, omong kosong semuanya," tegas Fahri, dikutip Suara Manado, Selasa (22/11/2022).
Fahri yang sedang berdiskusi dengan Politikus Partai Demokrat Andi Mallarangeng serta Ketua DPP Partai NasDem Effendy Choirie alias Gus Choi mengaitkan pernyataannya tersebut dengan pendaftaran oleh KPU yang baru dibuka pada September 2023 mendatang.
"Nggak ada (yang jelas), memang nggak ada. Semua last minute bisa berubah," ujar Fahri lebih lanjut.
"Last minute NasDem bisa men-drop Anies Baswedan," sambungnya. Ia kemudian menganalogikan hubungan Anies dan Partai NasDem saat ini selayaknya pasangan kekasih yang mencoba saling berkomitmen tetapi belum benar-benar terikat dalam suatu hubungan yang legal.
Fahri kemudian mengungkit kembali nasib Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang menurutnya sudah siap dipinang di Pemilihan Presiden 2019 tetapi tiba-tiba berubah begitu saja.
"Last minute, nggak ada. Mahfud MD sudah duduk, pakai baju, tinggal dipanggil (tapi) nggak jadi. Last minute semua. Makanya saya mengatakan politik ini last minute," jelas Fahri.
Lalu, apa kata Partai NasDem soal potensi "dibuangnya" Anies tersebut? Gus Choi yang hadir di forum diskusi yang sama memastikan pihaknya saat ini sudah berusaha untuk meyakini pendeklarasian Anies.
"Ini kan bagian dari ijtihad politik kami. Dalam ijtihad, kami harus yakin, bahwa yang kita putuskan itu baik dan benar. Kalau ternyata di tengah jalan ada sesuatu kemudian batal, nggak apa-apa, itu kita sudah dapat pahala," terang Gus Choi.
Karena itulah, ia memastikan pihaknya tidak sekadar omong kosong belaka dalam mengusung Anies.
"Kami serius, kami ini memikirkan sejak dini. Kita cek ke publik calon kita sejak dini," ungkap Gus Choi.
Pihaknya juga tidak mengambil pusing dengan banyaknya reaksi kontra atas deklarasi Anies sebagai bacapres Partai NasDem. Termasuk potensi Partai NasDem untuk keluar dari koalisi pemerintahan Jokowi.