Wakil Ketua Partai Gelora Fahri Hamzah mengomentari keputusan Anies Baswedan yang berencana mencalonkan diri sebagai bakal capres 2024 nanti.
Sebagaimana diketahui, Anies mendapat sobekan tiket capres dari Partai NasDem pada 3 Oktober 2022 lalu.
"Orang tuh kalau mau maju harus punya partai," ucap Fahri dalam tayangan Kanal Youtube Inilahcom dikutip pada Rabu, (23/11/2022).
Menurut Fahri, demokrasi tidak akan sehat kalau sistem perebutan kekuasaan berantakan. Padahal dalam undang-undang konstitusi, calon yang hendak maju itu berasal dari partai politik.
Demokrasi adalah penguatan bagi partai politik.
"Orang orang partai ini kerja tanpa memikirkan popularitas, tapi di luar sana ada orang-orang seperti Anies, Ganjar dan lain lain. Nggak ngurus partai kerjaannya membangun popularitas," tuturnya.
Fahri Hamzah menyampaikan bahwa pemilihan presiden hanya mengumpulkan massa marah antara Islam dan Nasional yang irasional.
"Mari kita sehat kan demokrasi itu dengan cara berjuang melalui partai politik," ucapnya.
Fahri Hamzah meyakini bahwa nama-nama yang sudah lebih dulu mendeklarasikan dirinya sebagai capres di pemilu 2024, tidak akan bertahan sampai September 2023.
"Sudah lah percaya saya, sampai September tahun depan ini omong kosong semua capres. Nggak ada calon sampai September tahun depan nggak ada. Itu September cap KPU baru keluar kok," ujarnya.