Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul kembali membuat geger lewat cuitannya yang menyenggol eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Kali ini Ruhut mengunggah tangkapan layar postingan dari akun Twitter @Candra4smara yang memperlihatkan thumbnail video YouTube pemberitaan terkait Anies.
"Anies Kejang Kejang. Jakpro Akui Setor ke Anies 1 Triliun Setiap Bulan," begitulah judul yang tertera di thumbnail video, dikutip Suara Manado, Sabtu (26/11/2022).
Video tersebut tampak diunggah kanal YouTube Gudang Berita. "Anies pusing 7 keliling.!! Jakpro akui setor ke Anies 1 triliun setiap bulan," tulisnya di kolom judul.
Tampak Anies dikelilingi sejumlah petugas berseragam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta setumpuk uang bernominal Rp100.000.
"Ngeri ka'le nie kalau benar ? Tolong diusut ya Mabes Polri Kejagung dan KPK MERDEKA," cuit Ruhut pada Kamis (24/11/2022), sekaligus menekankan unggahan @Candra4smara telah mendapat 1.772 tanda suka.
Namun seperti apakah fakta di balik video tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran, video berdurasi 8 menit 5 detik itu ternyata memuat konten yang tidak selaras dengan judul unggahannya.
Baca Juga: CPNS 2023 Dibuka Bulan Apa? Cek Update Informasi Rekrutmen ASN
Nyatanya video lebih fokus membahas persiapan penyelenggaraan Formula E DKI Jakarta yang sempat dikhawatirkan menimbulkan kerugian besar. Pasalnya saat itu sponsor yang masuk dinilai sangat minim.
Selain itu, narator juga membahas perihal kondisi keuangan perusahaan Jakpro hingga Ancol yang berkaitan erat dengan pelaksanaan Formula E. Kedua perusahaan disebut-sebut mengalami kerugian besar dan dikhawatirkan semakin berat bebannya bila melaksanakan Formula E.
Narasi inilah yang terdengar di sepanjang video, diiringi dengan klip yang memperlihatkan sosok Anies, DPRD DKI Jakarta, ilustrasi Formula E, serta Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
Di video sama sekali tidak terdengar pemberitaan mengenai penyerahan uang sebesar Rp1 triliun secara rutin setiap bulan kepada Anies. Fakta berikutnya, Jakpro sendiri pernah mengklaim pelaksanaan Formula E mendatangkan keuntungan hingga Rp6,4 miliar.
Di sisi lain, tidak ada pula informasi yang kredibel mengenai setoran rutin bernominal fantastis tersebut. Bahkan media medcom.id telah melabeli pemberitaan ini sebagai fabricated content alias konten palsu yang sengaja dibentuk dari informasi-informasi yang tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
KESIMPULAN