Beredar informasi yang menyebutkan bahwa perempuan yang nekat menerobos mobil iring-iringan Presiden Joko Widodo atau Jokowi adalah orang bayaran.
Informasi tersebut bermula dari unggahan sebuah akun Facebook pada 19 November 2022.
Unggahan tersebut menyematkan foto tangkapan layar dari pemberitaan laman Tribunnews yang menarasikan bahwa penghadang mobil iring-iringan Jokowi di Bali mengaku dibayar Rp 300 ribu untuk melakukan aksi nekatnya.
Berikut narasinya:
"Wanita penghadang mobil iring-iringan mobil Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bali mengaku melakukan aksinya dibayar Rp 300.000"
Lalu benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Menurut penelusuran, Tribunnews tak pernah membuat pemberitan yang menyebutan bahwa perempuan penghadang iring-iringan mobil Jokowi dibayar Rp 300 ribu.
Saat ditelusuri, tangkapan layar pemberitaan itu sudah disunting.
Baca Juga: CEK FAKTA: Ruhut Sitompul Diciduk Polisi dan Akui Disuruh Jokowi Jatuhkan Anies Baswedan, Benarkah?
Artikel asli berjudul "Pengakuan Wanita Pengadang Mobil Presiden Jokowi: Spontan Saja, Ingin Berfoto" yang diunggah pada 18 November 2022.
Pada artikel tersebut dijabarkan soal perempuan bernama Wahyuni yang nekat menerobos iring-iringan karena ingin berfoto dengan Presiden Jokowi. Dia mengaku spontan ingin menerobos iring-iringan untuk berfoto dan bersalaman dengan Jokowi.
Wahyuni sendiri nekat menerobos iring-iringan mobil Jokowi di Jalan Thamrin, Kota Denpasar, Bali, pada Kamis (17/11).
Kesimpulan
Melalui penjelasan di atas, maka informasi yang menyatakan bahwa perempuan penerobos mobil iring-iringan Jokowi dibayar Rp 300 ribu adalah salah.
Unggahan tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan atau hoaks.