Salah satu keuntungan lainnya adalah dapat menyegarkan otak atau pikiran. Rehat dari media sosial membuat kita lebih menyaring informasi yang tidak berguna, seperti hoax, gosip, dan lain sebagainya.
3. Menjaga privasi
Media sosial memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan banyak orang mudah dan leluasa. Namun, tanpa sadar privasi menjadi mulai terganggu. Dalam hal ini, menjaga privasi itu penting dan tidak boleh setiap orang mengetahuinya. Oleh sebab itu, coba hapus aplikasi yang sekiranya telah mengganggu privasi.
4. Menjadi pribadi yang produktif
Berhenti bermain media sosial membuat kita dapat menggunakan waktu luang untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti membersihkan rumah, belajar, berkreasi, dll. Selain itu, tugas atau pekerjaan akan menjadi cepat terselesaikan, karena kita tidak perlu merasa khawatir dengan notifikasi yang muncul dari layar ponsel saat menyelesaikan suatu pekerjaan.
5. Meningkatkan mood
Masalah utama dari adanya media sosial adalah kondisi mental yang terganggu. Jika penggunaan media sosial tidak seperti yang diharapkan, kemungkinan mood-nya akan ikut terpengaruh. Oleh karena itu, cara yang tepat untuk mengurangi kemungkinan itu adalah dengan melakukan detoksifikasi media sosial. Awalnya mungkin terasa aneh, tetapi suasana hati secara keseluruhan akan mulai membaik saat menjauh dari media sosial.
6. Membantu pengguna lepas dari FOMO
Fear of Missing Out (FOMO) merupakan sebuah perasaan cemas dan takut yang timbul di dalam diri seseorang akibat ketinggalan sesuatu yang baru, seperti berita, tren, dan hal lainnya. Hal tersebut masih berkaitan dengan kecanduan media sosial.
Cara yang mungkin dapat dilakukan untuk mengurangi kecanduan media sosial adalah dengan menjadwalkan kunjungan sekali sehari ke situs media sosial favorit. Setelah kunjungan selesai, jangan melihat media sosial itu terlalu sering.