Sumur Bandung Sebagai Sumber Mata Air Masyarakat Metro Sejak Era Kolonisasi

Metro

Senin, 23 Mei 2022 | 00:32 WIB
Sumur Bandung Sebagai Sumber Mata Air Masyarakat Metro Sejak Era Kolonisasi
Ermawati

Saat pertama kalinya orang-orang datang ke Lampung Tengah sekitar tahun 1932, keadaan alam masih liar dan banyak binatang buas. Akan tetapi, pemerintah Hindia Belanda tetap mengirimkan para kolonis ke daerah itu. Kolonis adalah orang-orang yang sengaja dipindahkan dari Pulau Jawa ke daerah baru untuk membuka lahan pertanian. Menurut cerita, para pekerja atau kolonis yang baru datang di Metro dulu kerap mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Seiring waktu kehidupan para kolonis semakin baik sebab sumber air yang mereka perlukan sudah ada. Airnya tidak pernah kering. Tidak lama kemudian, di sekitar tempat itu dibangun tempat pemandian sederha- na. Sampai sekarang tempat itu masih dinamakan Sumur Bandung, kini letaknya tepat di belakang Gedung Sessat Agung Metro. Anehnya, sumber mata air itu tidak pernah kering walau diambil setiap saat oleh penduduk Kota Metro.

Pada zaman itu, di sebelah barat bedeng kolonis juga di temukan sumber mata air yang sama dengan penemuan pertama. Sumur itu pun diberi nama Sumur Bandung. Sumur Bandung kedua yang ditemukan itu, masih ada sampai sekarang. Di sekitar sumur itu kini telah di bangun kompleks pertokoan serta pasar swalayan Sumur Bandung. Kedua sumber mata air itu sekarang berada di tengah Kota Metro. 

Menurut penjelasan Samsul, Sumur Bandung sendiri sudah ada cukup lama, dipekirakan sejak zaman kolonisa-si. Air di Sumur Bandung tersebut diperuntukkan bagi keperluan air bersih masyarakat Metro. Karena air yang ada di sumur ini bersih dan jernih. Sejak saat Sumur Bandung menjadi tumpuan masyarakat Metro. Mengingat pada saat itu belum banyak ma- syarakat yang memiliki sumur. PDAM saat itu juga belum ada. Sumber mata air di Sumur Bandung tidak pernah kering walaupun musim kemarau . Kemudian sampai sekarang Sumur Bandung tetap menjadi sarana memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Adapula masyarakat yang menjual air dari Sumur para pedagang di pasar, yang letaknya tak jauh dari Sumur Bandung.

Hal senada diterangkan oleh Rusman yang tinggal di sekitar Sumur Bandung selama berpuluh-puluh tahun. Berdasarkan keterangannya dahulu sebelum dibuka oleh kolonis, Metro masih berupa hutan belantara. Setelah datang di Metro, para kolonis kemudian me- nemukan sumber mata air Sumur Bandung. Sumber mata air inilah yang mereka manfaatkan untuk kebutuhan minum dan sebagainya. Karena tidak semua rumah-rumah kolonis pada saat itu memiliki sumur atau sumber mata air.

Sumur Bandung memiliki peran yang sentral dalam perkembangan dan kelangsungan hidup Warga Metro sejak dulu hingga saat ini. Tidak jarang masyarakat sekitar memanfaatkan air ini untuk dijual ataupun digunakan sendiri. Cerita rakyat  tentang Sumur Bandung menceritakan tentang kegigihan sekelompok kolonis yang ditugaskan untuk mendapatkan sumber air.

Ermawati (Guru SMP Kartikatama Metro)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Pra-Acara Day of Petroleum 2026: Konservasi Penyu, Tanam Pandan, dan Bersih Pantai di Patihan

Pra-Acara Day of Petroleum 2026: Konservasi Penyu, Tanam Pandan, dan Bersih Pantai di Patihan

Your Say | Senin, 22 Juni 2026 | 13:18 WIB

Listrik Jawa Byar Pet, Bos PLN Minta Maaf Sebelum Menghadap Prabowo di Istana

Listrik Jawa Byar Pet, Bos PLN Minta Maaf Sebelum Menghadap Prabowo di Istana

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:18 WIB

Wamendagri Wiyagus Apresiasi Pengobatan Gratis dan Donor Darah oleh Pemprov Papua

Wamendagri Wiyagus Apresiasi Pengobatan Gratis dan Donor Darah oleh Pemprov Papua

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:17 WIB

Dor Dor! Penembakan Sadis di Sekolah SMA, 3 Siswa Tewas Mengenaskan di Filipina

Dor Dor! Penembakan Sadis di Sekolah SMA, 3 Siswa Tewas Mengenaskan di Filipina

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN

Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:13 WIB

Gandeng Bebi Romeo, Duo Antonia Rilis 'Suara Hati' sebagai Simbol Keberanian Perempuan

Gandeng Bebi Romeo, Duo Antonia Rilis 'Suara Hati' sebagai Simbol Keberanian Perempuan

Entertainment | Senin, 22 Juni 2026 | 13:13 WIB

Listrik Byar Pet, Pengamat UGM: PLN Jangan Jadi 'Perusahaan Lilin Negara'

Listrik Byar Pet, Pengamat UGM: PLN Jangan Jadi 'Perusahaan Lilin Negara'

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:09 WIB

Fokus Urus Perut Rakyat, AHY Ingatkan 2029 Masih Lama Saat Ditanya Isu Prabowo-Gibran 2 Periode

Fokus Urus Perut Rakyat, AHY Ingatkan 2029 Masih Lama Saat Ditanya Isu Prabowo-Gibran 2 Periode

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:09 WIB

5 Rekomendasi Setrika Anti Lengket dan Hemat Listrik, Cocok untuk Rumah Daya 450 VA

5 Rekomendasi Setrika Anti Lengket dan Hemat Listrik, Cocok untuk Rumah Daya 450 VA

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 13:07 WIB

Perbedaan Body Mist dan Body Cologne  Sariayu Tanjung, Begini Karakter dan Review Penggunanya

Perbedaan Body Mist dan Body Cologne Sariayu Tanjung, Begini Karakter dan Review Penggunanya

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 13:05 WIB