Sekilas Pembukaan Kolonisasi Toyosawa

Metro

Minggu, 29 Mei 2022 | 01:02 WIB
Sekilas Pembukaan Kolonisasi Toyosawa
Het Nationaal Archief

Pada masa sebelumnya yaitu di zaman pemerintahan kolonial Hindia-Belanda telah dilakukan program pemindahan penduduk atau yang dikenal dengan kolonisasi. Kemudian pada masa pendudukan Jepang kembali melakukan program serupa dengan nama kokuminggakari.

Perpindahan penduduk masa pemerintahan militer Jepang 1942-1945, memiliki karakteristik berbeda dengan Kolonial Belanda. Jika pada masa kolonisasi perpindahan penduduk tersebut melibatkan keluarga bahkan bedol desa, maka pada masa ini perpindahan penduduk dilakukan hanya pada individu yaitu orang yang masih muda dan mempunyai kekuatan fisik dan kebanyakan di antara mereka adalah kaum laki-laki (Dahlan, 2014).

Karesidenan Lampung termasuk dalam salah satu tujuan kokuminggakari. Pemerintah Jepang saat itu membentuk pemukiman baru bagi 12. 000 orang serta lahan pertanian yang disebut dengan Toyosawa, daerah ini saat ini masuk dalam kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur. Merujuk buku Sejarah Revolusi Fisik di Provindi Lampung bahwa penggabungan Purbolinggo dalam wilayah kawedanan Metro dilakukan serah terima oleh Wedana Sukadana K.H A. Hanafiah kepada Wedana Metro M. Idris Reksoatmodjo yang disaksikan oleh Bupati Lampung Tengah Zainabun Djayasinga dan M. Arief Mahya dari tokoh masyarakat sekaligus tokoh politik.

Pelaksanaan kokuminggakari ini berlangsung dalam pertengahan masa pendudukan Jepang. Pemerintah militer Jepang menyadari bahwa dalam waktu tidak lama konsolidasi negara Amerika Serikat bersama sekutunya (Inggris, Belanda, Australia, dibantu negara-negara persemakmuran Inggris) akan melakukan tindakan pembalasan terutama setelah Kongres Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang. 

Pemindahan penduduk dilaksanakan di sekitar Metro tepatnya di Batang Hari Utara kemudian diganti nama menjadi Toyosawa. Namun masyarakat lebih akrab dengan sebutan Toyosawah, dalam bahasa Jawa memiliki arti “air sawah”. Diberikan nama Toyosawah karena pada waktu itu Jepanglah yang membuat rencana pembuatan sungai buatan atau irigasi (yang biasa disebut warga sekitar dengan sebutan ledeng) yang hingga kedudukan Jepang berakhir irigasi tersebut belum sempat dibangun.Pada masa kemerdekaan nantinya nama Toyosawa diganti dengan nama Purbolinggo, karena sebagian besar penduduknya berasal dari Purbolinggo Jawa Tengah. 

Jumlah penduduk yang dipindahkan sebanyak 1867 KK (7399 jiwa) dari Jawa dan dari Bangka 355 KK (Sjamsu, 1956). Mereka ditempatkan di 7 buah desa yang didirikan di Toyosawa yakni Desa Taman Asri dengan Kepala Desa bapak Iswandi, Desa Taman Bogo dengan Kepala Desa bapak Joyo Ganjar, Desa Taman Cari dengan Kepala Desa bapak Sukatman, Desa Taman Tambah Dadi dengan Kepala Desa bapak Harjo, Desa Taman Endah dengan Kepala Desa bapak Supardi, Desa Tegal Gondo dengan Kepala Desa bapak Wagiman, Desa Toto Harjo dengan Kepala Desa bapak Sutaji (Prabowo R.D, 2018). 

Adi Setyawan (Pensil Bersejarah)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Titik Api Sudah Terpetakan, Kenapa Korporasi Sulit Dijerat? Pakar UGM Bongkar Caranya

Titik Api Sudah Terpetakan, Kenapa Korporasi Sulit Dijerat? Pakar UGM Bongkar Caranya

News | Sabtu, 05 September 2026 | 20:23 WIB

Berapa Harga Air Mawar Viva di Indomaret? Cek Varian dan Manfaatnya

Berapa Harga Air Mawar Viva di Indomaret? Cek Varian dan Manfaatnya

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 20:05 WIB

Kura-Kura Pakai Kostum Beruang? Buku Ini Bikin Anak Tertawa!

Kura-Kura Pakai Kostum Beruang? Buku Ini Bikin Anak Tertawa!

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 19:50 WIB

8 WNI Diduga Gabung Militer Rusia, Ketua MPR Desak Pemerintah Bergerak Cepat

8 WNI Diduga Gabung Militer Rusia, Ketua MPR Desak Pemerintah Bergerak Cepat

News | Sabtu, 05 September 2026 | 19:35 WIB

5 Sifat dan Karakter Utama Zodiak Leo Pria-Wanita, Punya Sisi Dominan yang Bikin Penasaran

5 Sifat dan Karakter Utama Zodiak Leo Pria-Wanita, Punya Sisi Dominan yang Bikin Penasaran

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 19:30 WIB

Belajar Melihat Dunia dari Perspektif Berbeda, Bekal Generasi Muda Menyambut Masa Depan

Belajar Melihat Dunia dari Perspektif Berbeda, Bekal Generasi Muda Menyambut Masa Depan

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 19:29 WIB

Menyelami Sensasi Sensori dan Ketegangan dalam Film 'Tuner'

Menyelami Sensasi Sensori dan Ketegangan dalam Film 'Tuner'

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 19:25 WIB

Dana IPO Superbank Rp1,4 T Masih Menganggur

Dana IPO Superbank Rp1,4 T Masih Menganggur

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 19:22 WIB

Motor Mungil Harga Rp84,5 Juta: Mengungkap Pesona Honda ST125 Dax yang Bikin 'Sultan' Rela Antre

Motor Mungil Harga Rp84,5 Juta: Mengungkap Pesona Honda ST125 Dax yang Bikin 'Sultan' Rela Antre

Otomotif | Sabtu, 05 September 2026 | 19:05 WIB

Belum Juga Debut Mees Hilgers Bikin Pelatih SC Heerenveen Kecewa Berat

Belum Juga Debut Mees Hilgers Bikin Pelatih SC Heerenveen Kecewa Berat

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 19:05 WIB

×