Bahtera Mitra Mahardhika (BMM) Kunjungi Kelompok Tani Hutan Maju Mapan Lampung Timur

Metro | Suara.com

Senin, 20 Juni 2022 | 14:20 WIB
Bahtera Mitra Mahardhika (BMM) Kunjungi Kelompok Tani Hutan Maju Mapan Lampung Timur
Bahtera Mitra Mahardhika

Metro, Suara.com – Bahtera Mitra Mahardhika (BMM) mengunjungi Kelompok Tani Hutan (KTH) Maju Mapan, Sekampung Udik, Lampung Timur akhir pekan kemarin, Sabtu 18 Juni 2022. Kunjungan ini dalam rangka melakukan pendampingan kepada kelompok tani khususnya pembibitan buah Alpukat varietas Siger yang menjadi produk unggulan Provinsi Lampung.

BMM merupakan LSM yang berada di Yogyakarta, berdiri sejak 14 Februari 2014. Kunjungan ini, sesuai dengan misi BMM selaku pegiat sosial ekonomi dan lingkungan hidup . Dalam kunjungan ini, BMM diwakili langsung Ketua Perwakilan BMM Jakarta Raya beserta beberapa anggotanya. Turut serta dalam kegiatan ini Pembina dan juga Dewan Pengurus BMM dari Jakarta.

Kunjungan ini diterima dan disambut hangat oleh Bapak Purwanto selaku Ketua Kelompok Tani Maju Mapan, Pembina KTH Maju Mapan Bapak Aprianto dan jajaran pengurus lainnya.

Ketua BMM Perwakilan Jakarta Setya Pribadi mengatakan, kunjungan ini dalam rangka belajar bersama para petani pengembangan bibit buah utamanya Alpukat Siger yang menjadi unggulan di kelompok tani ini.

“Terimakasih kepada bapak-bapak dari KTH Maju Mapan atas sambutannya, kami dari BMM Perwakilan Jakarta Raya yang merupakan pegiat sosial yang berkantor Pusat di Yogyakarta sangat tertarik untuk mengupas varietas Alpukat lokal yaitu Alpukat Siger dan ingin sharing bersama mengenai pembibitan khususnya Alpukat Siger yang selama ini dijalani KTH Maju Mapan dan merupakan produk unggulan dari Lampung,” katanya membuka acara.

Dari perwakilan kelompok tani Purwanto mengatakan daerah Sekampung Udik sebagian masuk dalam kawasan hutan . Untuk itu, masyarakat bekerjasama dengan pihak kehutanan untuk menjaga kawasan hutan ini.

“Di daerah kami ini separoh desanya masuk hutan kawasan. Sehingga dengan seiring waktu berkembangnya varietas Siger ini kami berharap kepala balai (kehutanan) melirik, agar bisa dikembangkan oleh petani. Sehingga kami mendapatkan amanat untuk mengembangkan varietas Siger bersama kelompok tani, ketika itu belum ada kelompok tani, baru kemudian kami membentuk KTH 2 tahun lalu,” ungkapnya.

Sebagai KTH terusnya, mereka juga harus mengembangkan Alpukat Siger.

“Alpukat Siger menjadi produk unggulan kami, amanatnya kami juga harus mengembangkan alpukat Siger, namun kami juga mengembangkan alpukat varietas lain berbasis pasar. Misalnya ada permintaan varietas Miki, Aligator, kami siapkan. Tapi fokus 90 persen kita produksi bibit Alputar Siger,” jelasnya.

Terkait pemasaran pun, terus pria yang akrab disapa Mas Pur ini, mereka memiliki pengepul sendiri.

“Kami juga terkoneksi dengan masyarakat dan pemerintah daerah, kelompok tani lain, sehingga distribusi bibit kami tidak terbatas di program kehutanan, kami bermitra dengan kehutanan tetapi juga berbasis pasar. Dari hulu sampai hilir kami siapkan, dari bibit sampai penjualan ke pasar ada pengepulnya juga,” tandasnya.

Karena itu, ia berharap pendampingan dan diskusi dari BMM untuk pengembangan kelompok tani di Lampung.

“Kami mohon bimbingan dan masukan untuk pengembangan KTH Maju Mapan ini,” pungkasnya.

Pertemuan ini kemudian berlangsung dengan diskusi hangat. Kelompok tani antusias dengan kedatangan BMM yang sebagian besar alumnus sekolah tinggi pertanian. Di akhir acara BMM kemudian menyerahkan cinderamata kepada perwakilan kelompok tani dan ditutup foto bersama. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Imbas Tabrakan KRL dengan KA Agro Bromo Anggrek, Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara

Imbas Tabrakan KRL dengan KA Agro Bromo Anggrek, Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 06:17 WIB

Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu

Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu

News | Selasa, 28 April 2026 | 06:10 WIB

Momen Dramatis Evakuasi Korban Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur

Momen Dramatis Evakuasi Korban Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur

Foto | Selasa, 28 April 2026 | 06:10 WIB

Kisah Kangen Band Diangkat ke Layar Lebar Lewat Film Mencari Yolanda

Kisah Kangen Band Diangkat ke Layar Lebar Lewat Film Mencari Yolanda

Entertainment | Selasa, 28 April 2026 | 06:00 WIB

Potret Ngeri Tabrakan KA Argo Bromo-KRL, Gerbong Ringsek

Potret Ngeri Tabrakan KA Argo Bromo-KRL, Gerbong Ringsek

Foto | Selasa, 28 April 2026 | 05:50 WIB

Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam

Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam

News | Selasa, 28 April 2026 | 00:21 WIB

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS

News | Selasa, 28 April 2026 | 00:01 WIB

Bank Sumsel Babel Kian Agresif Perluas Akses Keuangan bagi Masyarakat Daerah

Bank Sumsel Babel Kian Agresif Perluas Akses Keuangan bagi Masyarakat Daerah

Sumsel | Senin, 27 April 2026 | 23:57 WIB

Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit

Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit

News | Senin, 27 April 2026 | 23:52 WIB

Cek Fakta: Benarkah Megawati Sebut Guru Honorer Sampah Negara? Ini Fakta Sebenarnya

Cek Fakta: Benarkah Megawati Sebut Guru Honorer Sampah Negara? Ini Fakta Sebenarnya

Jakarta | Senin, 27 April 2026 | 23:50 WIB