Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:54 WIB
Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global
Kereta api (KA) melintasi jalur di wilayah Daop 6 Yogyakarta [Suara.com/ANTARA/HO-Daop 6 Yogyakarta]
baca 10 detik
  • KAI dinilai jadi benchmark layanan publik berstandar global.
  • Inovasi digital dan kenyamanan pelanggan dorong kepercayaan publik.
  • Fasilitas dan layanan KAI jadi inspirasi berbagai sektor pelayanan.

Suara.com - Transformasi besar yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dalam beberapa tahun terakhir tak hanya mengubah wajah transportasi publik nasional. Konsistensi menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan berorientasi pada pelanggan membuat KAI kini menjadi rujukan berbagai sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Akademisi sekaligus Pengamat Transportasi Darat, Djoko Setijowarno, menilai keberhasilan KAI merupakan salah satu contoh nyata bagaimana perusahaan pelat merah mampu membangun standar layanan yang kompetitif hingga setara dengan negara-negara maju.

Hal itu disampaikan Djoko dalam podcast bertajuk "Menilik Transformasi Pelayanan Kereta Api di Indonesia, Sudah Setara Global!" yang ditayangkan Marketeers TV.

"Konsistensi dalam menghadirkan layanan berkualitas membuat banyak perusahaan menjadikan KAI sebagai sumber inspirasi, tidak hanya perusahaan transportasi," kata Djoko.

Menurutnya, keberhasilan KAI tidak hadir secara instan. Berbagai pembenahan dilakukan secara berkelanjutan mulai dari peningkatan kualitas perjalanan, penguatan sistem operasional, hingga digitalisasi layanan yang memudahkan pelanggan.

Djoko bahkan menilai kualitas layanan transportasi publik di Indonesia saat ini sudah mampu bersaing dengan sejumlah negara maju. Salah satu indikatornya adalah kedisiplinan pengguna transportasi publik yang terus meningkat dan mendukung terciptanya sistem yang tertib.

Ia mencontohkan, di beberapa kota besar dunia seperti Paris masih ditemukan praktik penumpang yang menerobos pintu masuk untuk menghindari pembayaran tiket. Sebaliknya, fenomena serupa relatif jarang ditemukan di Indonesia.

"Kualitas layanan transportasi publik tidak hanya ditentukan teknologi dan infrastruktur, tetapi juga budaya disiplin masyarakat yang menggunakannya," ujarnya.

Salah satu keunggulan yang menjadi sorotan adalah penyediaan fasilitas musala di berbagai stasiun KAI. Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, keberadaan ruang ibadah yang bersih, nyaman, dan mudah diakses dinilai menjadi nilai tambah yang belum tentu ditemukan di negara lain.

baca juga

"Stasiun perkotaan dengan fasilitas musala yang memadai kemungkinan hanya dapat ditemukan di Indonesia. Ini menunjukkan KAI memahami kebutuhan sosial dan budaya masyarakat," kata Djoko.

Tak hanya itu, KAI juga terus berinovasi melalui berbagai layanan berbasis digital. Salah satunya lewat fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI yang memungkinkan penumpang perempuan memilih kursi bersebelahan dengan sesama perempuan.

Fitur tersebut memanfaatkan integrasi data Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mendeteksi gender secara otomatis, sehingga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman selama perjalanan kereta api antarkota.

Berbagai inovasi tersebut dinilai semakin memperkuat posisi KAI sebagai salah satu wajah transportasi publik Indonesia yang berdaya saing tinggi. Kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel pun terus meningkat seiring membaiknya kualitas layanan.

Djoko menambahkan, perkembangan transportasi publik di Indonesia, khususnya di Jakarta, kini telah menjadi benchmark bagi berbagai daerah. Menurutnya, Indonesia tidak selalu harus mencari contoh ke luar negeri karena sejumlah praktik pelayanan yang diterapkan saat ini sudah layak dijadikan acuan.

"Dalam konteks tersebut, layanan KAI menjadi bukti bahwa kualitas yang dibangun secara konsisten dapat berkembang dari sekadar sarana transportasi menjadi sumber inspirasi bagi berbagai sektor pelayanan publik di Indonesia," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KRL hingga Whoosh Jadi Andalan KAI Tekan Emisi Karbon

KRL hingga Whoosh Jadi Andalan KAI Tekan Emisi Karbon

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:17 WIB

Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Tahu! Ada Pengalihan dari Gambir  ke Jatinegara Imbas Demo di Jakarta

Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Tahu! Ada Pengalihan dari Gambir ke Jatinegara Imbas Demo di Jakarta

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:24 WIB

Naik Kereta Bukan Sekadar Perjalanan, Kini Stasiun Jadi Lifestyle Space Baru

Naik Kereta Bukan Sekadar Perjalanan, Kini Stasiun Jadi Lifestyle Space Baru

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 22:15 WIB

Terkini

Firasat Tak Biasa Rekan Profesi Sebelum Jurnalis Antara Hilang di Krakatau: Sampai Ucap Kata Pamit

Firasat Tak Biasa Rekan Profesi Sebelum Jurnalis Antara Hilang di Krakatau: Sampai Ucap Kata Pamit

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 18:02 WIB

Bye Pori Tersumbat! 4 Cleanser Volcanic untuk Kulit Mulus Bebas Komedo

Bye Pori Tersumbat! 4 Cleanser Volcanic untuk Kulit Mulus Bebas Komedo

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 18:00 WIB

Komdigi Libatkan 3 Operator Seluler Lacak Sinyal HP Korban Kapal Arupadhatu 1 di Selat Sunda

Komdigi Libatkan 3 Operator Seluler Lacak Sinyal HP Korban Kapal Arupadhatu 1 di Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 17:52 WIB

Titik Terang Pencarian: Sinyal Terakhir 5 Jurnalis Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi

Titik Terang Pencarian: Sinyal Terakhir 5 Jurnalis Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi

News | Sabtu, 12 September 2026 | 17:39 WIB

Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar

Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar

Lampung | Sabtu, 12 September 2026 | 17:36 WIB

Lagu Mungkin di Depan Buram dan Harapan di Tengah Ketidakpastian Masa Depan

Lagu Mungkin di Depan Buram dan Harapan di Tengah Ketidakpastian Masa Depan

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 17:30 WIB

TransJakarta Bantah Sopir Ugal-ugalan: CCTV Ungkap Pemotor Potong Jalur!

TransJakarta Bantah Sopir Ugal-ugalan: CCTV Ungkap Pemotor Potong Jalur!

News | Sabtu, 12 September 2026 | 17:30 WIB

Hasil Super League: Persija Menang Dramatis atas Persib di Stadion GBK

Hasil Super League: Persija Menang Dramatis atas Persib di Stadion GBK

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 17:27 WIB

Motif Pengeroyokan Bambang Terungkap! Tersangka Ngaku Kesal Mata Pencaharian Terganggu Kericuhan

Motif Pengeroyokan Bambang Terungkap! Tersangka Ngaku Kesal Mata Pencaharian Terganggu Kericuhan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 17:26 WIB

Riset Ilmuwan Menemukan Formula Protein Baru Penawar Bisa Ular Derik

Riset Ilmuwan Menemukan Formula Protein Baru Penawar Bisa Ular Derik

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 17:25 WIB

×