Komisi X Dukung Pengajuan Kebaya ke UNESCO

Metro | Suara.com

Senin, 29 Agustus 2022 | 01:47 WIB
Komisi X Dukung Pengajuan Kebaya ke UNESCO
Ilustrasi Kebaya ((Instagram/maudyayunda)

Metro, Suara.com- Seluruh Pimpinan dan Anggota Komisi X DPR RI sepakat kebaya didaftarkan secara mandiri (single nomination) ke UNESCO.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa kebaya adalah milik Indonesia karena itu kita mengambil sikap tegas mendaftarkan kebaya ke Unesco secara single nomination.

Menurutnya batik juga sempat mau diakui negara tetangga (Malaysia), tetapi akhirnya UNEESCO mengakui batik sebagai Warisan Budaya Dunia dari Indonesia.

Hal tersebut disampaikanya saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi X DPR RI dengan Kebaya Foundation dan Tim Nasional Hari Kebaya Nasional di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (25/8/2022).

"Meskipun mendaftarkannya sulit, butuh waktu lama maupun antrean panjang yang penting tetap semangat dan terus bergerak, dan ini juga bisa sekaligus meningkatkan perekonomian bangsa melalui kebaya,” ujar Agustina.

Dukungan juga mengalir dari Anggota Komisi X DPR RI Rano Karno. Ia mengingatkan bahwa Bung Karno pada tahun 1940-an telah menetapkan kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia. Dalam Konferensi Asia Afrika, Bung Karno menjadikan kebaya sebagai alat diplomasi budaya.

“Kebaya itu bukan sekadar pakaian tapi bermakna kesetaraan dan emansipasi perempuan, bahkan menjadi simbol perjuangan,” jelas Rano Karno.

Ia juga meminta agar pemerintah segera menetapkan Hari Kebaya Nasional dan penetapan ini sekaligus melanjutkan visi besar Bung Karno, kebaya menjadi alat diplomasi budaya.

Senada, Anggota Komisi X DPR RI Rojih juga sependapat bahwa pemerintah perlu segera menetapkan Hari Kebaya Nasional untuk memajukan kebaya sebagai bagian dari budaya Indonesia. Kebaya bila dianalogikan dengan makanan, rendang misalnya, di mana orang Sumatera Barat mengonsumsinya sehari-hari, yang kemudian menularkan ke daerah-daerah lain di seluruh Indonesia.

“Empek-empek sebagai makanan khas Palembang, Sumatera Selatan, juga menjadi santapan harian warga Palembang yang kemudian menyebar dan menjadi favorit daerah lain. Demikian pula dengan kebaya, kita bangsa Indonesia harus kembali menggunakannya secara rutin dan lebih sering dipakai,” tandas politisi PPP ini.

Anggota Komisi X DPR RI Sakinah Aljufri juga mendukung segera ditetapkannya Hari Nasional Kebaya dan diajukan ke UNESCO secara single nomination.

"Kita harus menjadikan kebaya sebagai busana khas Indonesia dan kebaya itu busana pemersatu bangsa Indonesia," ujar politisi PKS itu.

Ketua Kebaya Foundation Tuti Nusandari Roosdiono berterima kasih atas sikap dan dukungan Komisi X DPR RI tersebut.

“Sejak abad 15 kebaya sudah digunakan oleh perempuan Indonesia di berbagai daerah di Nusantara, karena itu kita harus memperjuangkan pengajuan kebaya secara ‘single nomination’ untuk kepentingan bangsa dan negara,” jelas Tuti Roosdiono.

Berbagai kajian sejarah, katanya, menunjukkan kebaya digunakan bukan hanya sebagai pakaian, melainkan juga sebagai tradisi dalam berbagai kehidupan rakyat Indonesia dan juga dalam ritual keagamaan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kampanye Kebaya Goes to UNESCO

Kampanye Kebaya Goes to UNESCO

Foto | Minggu, 28 Agustus 2022 | 07:00 WIB

Terkini

Nikmati Penawaran Eksklusif Sogo Beauty Festivity Bersama BRI

Nikmati Penawaran Eksklusif Sogo Beauty Festivity Bersama BRI

Bri | Rabu, 29 April 2026 | 19:28 WIB

6 Rekomendasi Perumahan Dekat Tol di Palembang, Cocok untuk yang Sering ke Lampung

6 Rekomendasi Perumahan Dekat Tol di Palembang, Cocok untuk yang Sering ke Lampung

Sumsel | Rabu, 29 April 2026 | 19:25 WIB

Zonasi SMAN 1 Bogor Bakal Dihapus? Komisi IV DPRD Soroti Skema Sekolah 'Maung'

Zonasi SMAN 1 Bogor Bakal Dihapus? Komisi IV DPRD Soroti Skema Sekolah 'Maung'

Bogor | Rabu, 29 April 2026 | 19:25 WIB

Nova Arianto Panggil 7 Pemain Diaspora untuk Hadapi Piala AFF U-19 2026, Termasuk Matthew Baker

Nova Arianto Panggil 7 Pemain Diaspora untuk Hadapi Piala AFF U-19 2026, Termasuk Matthew Baker

Bola | Rabu, 29 April 2026 | 19:21 WIB

Wisuda Udinus: Pratama Arhan Resmi Sarjana, Terima Ijazah Canggih Berbasis Blockchain

Wisuda Udinus: Pratama Arhan Resmi Sarjana, Terima Ijazah Canggih Berbasis Blockchain

Jawa Tengah | Rabu, 29 April 2026 | 19:21 WIB

Terbukti Hina Suku Sunda, YouTuber Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara

Terbukti Hina Suku Sunda, YouTuber Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara

Foto | Rabu, 29 April 2026 | 19:20 WIB

Sinopsis The Last House: Kisah Keluarga Terjebak di Rumah Sendiri, Tayang di Netflix

Sinopsis The Last House: Kisah Keluarga Terjebak di Rumah Sendiri, Tayang di Netflix

Entertainment | Rabu, 29 April 2026 | 19:20 WIB

Terbukti Hina Suku Sunda, YouTuber Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara

Terbukti Hina Suku Sunda, YouTuber Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara

Foto | Rabu, 29 April 2026 | 19:19 WIB

Fakta-fakta Mengejutkan Kecelakaan Kereta Bekasi Timur dan Potensi Masalah Taksi 'Green SM'

Fakta-fakta Mengejutkan Kecelakaan Kereta Bekasi Timur dan Potensi Masalah Taksi 'Green SM'

Jabar | Rabu, 29 April 2026 | 19:18 WIB

Pengamat Heran Indonesia Gagal di Piala Thomas 2026, PBSI Diminta Lakukan Evaluasi Besar

Pengamat Heran Indonesia Gagal di Piala Thomas 2026, PBSI Diminta Lakukan Evaluasi Besar

Bola | Rabu, 29 April 2026 | 19:17 WIB