Metro, Suara.com- Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo berharap pengembangan dan pengelolaan kawasan pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT harus mendatangkan manfaat bagi perekonomian masyarakat di wilayah itu termasuk membuka lebih luas lapangan kerja.
Hal tersebut disampaikan Angela saat menghadiri penandatanganan kerja sama antara Direktur Utama In Journey Dony Oskaria dengan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi sebagai upaya pengembangan dan pengelolaan kawasan pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan meningkatkan potensi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas.
Direktur Utama In Journey Dony Oskaria menyampaikan beberapa topik dari paparan antara lain; pengembangan Puncak Waringin dan Marina, juga rencana event yang akan dilakukan untuk menarik minat wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara dari China, Korea, India, Australia, dan Malaysia.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan kerja sama ini adalah program yang sudah sejak lama diharapkan pemerintah pusat untuk mendorong kawasan Manggarai Barat menjadi destinasi super prioritas, khususnya di Labuan Bajo agar mendatangkan manfaat bagi masyarakat secara optimal.
“Kami berharap nantinya aktivitas pariwisata di Bajo bukan hanya on board di laut tetapi juga di darat,” katanya.
Kehadiran kawasan Water Front, Puncak Waringin, Goa Cermin, dan juga akan ada TanaMori dan Geopark baru di Rinca harapannya masa tinggal turis di Labuan Bajo akan semakin lama dengan tingkat pengeluaran atau spending yang lebih besar.
Sementara itu Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyampaikan harapan agar kerja sama yang disepakati bisa segera ditindaklanjuti dalam kerja nyata sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat positifnya dalam waktu dekat.
“Karena kita sudah memulai dengan cara langsung bekerja, selanjutnya seusai kita mendatangani kerja sama ini maka para pihak diharapkan sesegera mungkin untuk menyelesaikan proses administrasi yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya,” pungkasnya.
Baca Juga: Lewat Potensi Budaya dan Alam, Desa Wisata Tondok Bakaru Mamasa Masuk 50 Besar ADWI 2022