Gertapaga, Upaya Pemkot Metro Wujudkan Ketahanan Pangan Di Tengah Ancaman Resesi

Metro | Suara.com

Kamis, 08 Desember 2022 | 19:51 WIB
Gertapaga, Upaya Pemkot Metro Wujudkan Ketahanan Pangan Di Tengah Ancaman Resesi
Gerakan Tanam Pangan Keluarga di Kota Metro (DKP3 Metro)

Metro, Suara.com-Pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa waktu lalu melahirkan berbagai dampak tak terkecuali dampak ekonomi diseluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Seperti dilansir Kementrian Bidang Perekonomian, Krisis keuangan, pangan, dan energi global yang terjadi saat ini dan ditambah dengan tekanan inflasi menjadikan dunia dibayangi dengan ancaman resesi.

Sejumlah lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2023 berada pada kisaran 2,3%-2,9%. Proyeksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi dunia untuk tahun 2022 yang berada pada kisaran 2,8%-3,2%.

Menko Airlangga Hartarto melalui siaran persnya (18/10/2022) lalu  juga menyampaikan bahwa Indonesia telah melakukan pengendalian inflasi dengan cukup baik, dimana saat ini inflasi berada di 5,9%. 

“Dalam upaya pengendalian inflasi, Pemerintah telah melaksanakan sejumlah langkah seperti mendorong kolaborasi antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan mengoptimalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk tematik ketahanan pangan dan pemanfaatan 2% Dana Transfer Umum (DTU) untuk membantu sektor transportasi dan tambahan perlindungan sosial,”ungkapya.

Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menyebutkan ada tiga strategi yang akan dilakukan pemerintah dalam menghadapi ancaman resesi 2023. Salah satu strategi tersebut adalah pengendalian inflasi, khususnya inflasi pangan. Sehingga, akan terus digalakan gerakan tanam pekarangan, food estate, serta peningkatan produktivitas dan percepatan musim tanam. 

Sementara itu guna mengendalikan laju inflasi di daerah, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian  beberapa waktu lalu juga telah menyampaikan beberapa arahannya.  Salah satunya adalah Gerakan tanam pangan cepat panen.  Gerakan ini diimplementasikan lewat gerakan menanam tanaman seperti cabai bawang dan lain-lain sebagai upaya mencukupi ketersediaan pangan rumah tangga, gerakan ini perlu diinisiasi dari seluruh komponen masyarakat seperti PKK, Babinsa, Babinkamtibmas.

Walikota Metro, Wahdi beberapa waktu lalu mengatakan bahwa Pemerintah Kota Metro terus berusaha menjalankan arahan pemerintah pusat yakni memperkuat sinergi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) untuk mempercepat stabillisasi harga.

“Selain menggalakan Gertapaga, Pemerintah Kota Metro juga terus berupaya  memprioritaskan ketahanan pangan dengan menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga-harga pangan,”ujarnya.

Wahdi menambahkan bahwa berkat usaha bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Metro masuk dalam tiga besar kabupaten/kota dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkinerja terbaik se-Sumatera dalam ajang TPID Awards 2021. Penghargaan tersebut diterima dalam rangkaian Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) Pengendalian Inflasi dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Pencanangan Gertapaga di Kota Metro sendiri telah dimulai sejak  19 Agustus 2022 yang ditandai dengan penanaman cabai sebanyak 22.000 bibit cabai. Pada level implementasi kebijakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro Hery Wiratno, menyampaikan bahwa Gerakan Tanam Pangan Keluarga (Gertapaga) ini sendiri adalah  untuk mengkampanyekan pangan B2SA (beragam, bergizi, seimbang dan aman). karena tidak ada satupun bahan pangan yang benar-benar bisa mencukupi kebutuhan tubuh akan gizi seimbang.

“Pemanfaatan pekarangan merupakan salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk penanggulangan keluarga yang beresiko stunting. Hal ini juga merupakan upaya dalam menghadapi ancaman krisis pangan, serta mewujudkan ketahanan pangan keluarga, dan menjaga agar tidak terjadi inflasi,” kata Hery.

Hery menambahkan bahwa Gertapaga ini dilakukan secara serentak di 22 Kelurahan di Kota Metro. Dimana kegiatan yang melibatkan Kader PKK dan Kelompok Wanita Tani, ini mendistribusikan bibit cabai sebanyak 22.000 batang siap tanam.

“DKP3 juga memiliki tim pendamping Gertapaga yang turun ke 22 Kelurahan untuk memantau perkembangan bibit cabai yang dibagikan,”tambahnya.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Silfia Naharani mengajak kepada seluruh warga Kota Metro terutama ibu-ibu untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam dan bisa memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sehari-hari. 

“Gertapaga  ini  akan terus kami sosialisasikan kepada masyarakat melalui ibu-ibu PKK di seluruh Kota Metro,”ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasar Agroceria, Inovasi DKP3 Metro Bantu Petani dan Dorong Pemulihan Ekonomi

Pasar Agroceria, Inovasi DKP3 Metro Bantu Petani dan Dorong Pemulihan Ekonomi

| Senin, 31 Oktober 2022 | 15:26 WIB

Terkini

Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Tanpa Black Box, Ini Dampaknya pada Investigasi

Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Tanpa Black Box, Ini Dampaknya pada Investigasi

Kalbar | Jum'at, 17 April 2026 | 20:27 WIB

3 Polisi Pemerkosa Cuma Dihukum Etik, Ibu Korban Minta Keadilan: Pak Kapolri Pakai Hati Nurani

3 Polisi Pemerkosa Cuma Dihukum Etik, Ibu Korban Minta Keadilan: Pak Kapolri Pakai Hati Nurani

Entertainment | Jum'at, 17 April 2026 | 20:20 WIB

CEO KPN Corp Asal Malaysia Jadi Korban Helikopter Jatuh di Sekadau, Ini Daftar Penumpang PK-CFX

CEO KPN Corp Asal Malaysia Jadi Korban Helikopter Jatuh di Sekadau, Ini Daftar Penumpang PK-CFX

Kalbar | Jum'at, 17 April 2026 | 20:16 WIB

Maskara Anti Luntur dan Tahan Gesek Merk Apa? Ini 7 Pilihan Produknya Agar Mata Badai Seharian

Maskara Anti Luntur dan Tahan Gesek Merk Apa? Ini 7 Pilihan Produknya Agar Mata Badai Seharian

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 20:10 WIB

Rumah Kontrakan Nomor 7

Rumah Kontrakan Nomor 7

Your Say | Jum'at, 17 April 2026 | 20:05 WIB

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 20:05 WIB

Penyakit Awal Laga Bhayangkara FC: Paul Munster Bongkar Rahasia Comeback Dramatis Atas PSIM

Penyakit Awal Laga Bhayangkara FC: Paul Munster Bongkar Rahasia Comeback Dramatis Atas PSIM

Lampung | Jum'at, 17 April 2026 | 20:03 WIB

Sinopsis The Facade of Love, Drakor Baru di Netflix Sajikan Kisah Perselingkuhan Panas

Sinopsis The Facade of Love, Drakor Baru di Netflix Sajikan Kisah Perselingkuhan Panas

Entertainment | Jum'at, 17 April 2026 | 20:00 WIB

Helikopter Jatuh di Sekadau: KNKT Ungkap Penyebab PK-CFX Masih Misteri

Helikopter Jatuh di Sekadau: KNKT Ungkap Penyebab PK-CFX Masih Misteri

Kalbar | Jum'at, 17 April 2026 | 19:59 WIB

Pupuk Indonesia Dukung Kejurnas Angkat Besi Senior 2026 di Bandung, Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Pupuk Indonesia Dukung Kejurnas Angkat Besi Senior 2026 di Bandung, Dorong Pembinaan Berkelanjutan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 19:56 WIB