Sementara pada awal Januari ini, pemerintah sudah menyepakati rencana pengembangan Lapangan Tuna di Laut Natuna Utara dengan perusahaan asal Inggris.
Pada 2021 lalu sempat terjadi ketegangan di sekitar Lapangan Tuna antara kapal patroli Indonesia dan China. Ketegangan terjadi setelah kapal pengeboran gas asal Prancis yang ditugaskan Indonesia tiba di Laut Natuna Utara pada akhir Juni, untuk melakukan eksplorasi.
Sebuah kapal patroli China segera mendekati lokasi tersebut, tetapi dibayang-bayangi oleh sebuah kapal patroli Bakamla.
Pemerintah China memprotes pengeboran tersebut. Beijing mengklaim pengeboran dilakukan di wilayahnya dan mulai mengirim kapal-kapal patrolinya ke lokasi tersebut sejak Agustus 2021.
Tetapi pada 25 September 2021, kapal induk Amerika Serikat USS Ronald Reagan juga ikut bergabung dalam ketegangan tersebut. Empat kapal perang China tak lama kemudian juga ikut berkumpul di sekitar lokasi tersebut.
Ketegangan antara kapal Indonesia dan kapal-kapal perang China itu mulai mereda setelah pengeboran rampung pada November 2021.