Viral video Ferry Irawan menangis tersedu-sedu, bahkan hingga sujud di hadapan Venna Melinda agar dimaafkan setelah menjadi tersangka pelaku kekerasan dalam rumah tangga alias KDRT.
Meski begitu, hingga ditahan Polda Jawa Timur Senin (16/1) pun, Ferry Irawan tetap membantah bukan dirinya yang menganiaya Venna Melinda hingga babak belur dan berlumuran darah di sebuah hotel Kota Kediri, dua pekan lalu.
Bahkan, di hadapan ayah Venna Melinda atau mertuanya sendiri, Ferry Irawan justru menyebut sang istri yang melukai diri sendiri di kamar kotel itu.
Venna Melinda sendiri tampaknya tak bakal menempuh jalan yang sama seperti Lesti Kejora, yakni memaafkan sang suami karena KDRT dan melanjutkan biduk rumah tangga.
Pasalnya, Venna Melinda sudah bertekat tidak bakal berdamai dengan Ferry Irawan. Proses hukum tetap berjalan, dan dirinya bakal mengurus perceraian.
Venna sendiri mempunyai alasan kuat sehingga tidak mau berdamai dengan Ferry Irawan.
Dia megatakan, Ferry Irawan berkali-kali menyangkal melakukan KDRT terhadap dirinya di hotel Kota Kediri.
Dengan demikian, Venna menilai suami keduanya itu adalah sosok yang tak amanah, dan jujur.
“Sewaktu saya sudah berdarah-darah, bukannya menolong, dia justru menghalang-halangi saya meminta bantuan. Di situ, saya sudah dapat poin bahwa orang ini tidak jujur,” kata Venna Melinda dalam sebuah acara televisi, dikutip Metro, Kamis (19/1/2023).
Tak hanya itu, Venna menceritakan penganiayaan yang dialaminya ke Polres Kediri, seorang kanit mendatangi mereka.
“Pak kanit itu bertanya ke dia ‘Pak Ferry ini ada apa?’ Dia malah jawab dengan gaya sama, ‘Oh bukan saya’ begitu,” ungkap Venna Melinda.
Saat itu, polisi tersebut juga menawarkan apakah Venna dan Ferry akan berdamai. Venna kontan menjawab tidak mau.
“Sebab detik itu juga saya berkesimpulan dia bukan suami yang baik. Dia bukan imam yang baik. Dia bukan pemimpin yang saya cari sembilan tahun terakhir. Dia tak ada hati nurani,” kata Venna dikutip dari YouTube Trans TV Official.
Bahkan, kata Venna Melinda, ketika sang ayah mempertanyakan apakah benar menganiaya putri yang amat disayanginya? Ferry juga menjawab tidak.
“Saat itu dia masih bilang ke bapak saya, bahwa saya sendiri yang jedotin kepala ke tembok. Saya sampai bilang ke penyidik, pak bagaimana kalau saya pingsan, siapa yang akan mengungkap ini,” kata venna Melinda.