Muncul Isu Jaksa Dalam Tekanan Saat Tuntut Richard Eliezer 12 Tahun Bui, Ahli Pidana: Bisa Jadi...

Metro

Jum'at, 20 Januari 2023 | 13:15 WIB
Muncul Isu Jaksa Dalam Tekanan Saat Tuntut Richard Eliezer 12 Tahun Bui, Ahli Pidana: Bisa Jadi...
Sidang Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (Suara.com/Alfian Winanto)

Momen dramatis terjadi ketika sidang pembacaan tuntutan terhadap Richard Eliezer Pudihang Lumiu pada Rabu (18/1/2023). Selain karena momen Eliezer yang langsung menangis di pelukan pengacaranya, Ronny Talapessy, publik juga dibuat salah fokus dengan gestur jaksa yang membacakan tuntutan.

Seperti dilihat cuplikan tayangan ulangnya di program ROSI, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Paris Manalu seperti menahan tangis saat membaca tuntutan. Bahkan Jaksa Paris sempat terdiam, mengatur napas sejenak, sebelum kembali menuntut Eliezer.

Bukan hanya itu, terlihat pula Jaksa Paris sampai harus dikuatkan oleh Jaksa Sugeng Hariadi yang duduk di sebelahnya. Jaksa Sugeng tampak mengalihkan pandangan sepanjang tuntutan dibacakan hingga di akhir terlihat seolah menyeka air mata.

Hal ini rupanya turut disoroti oleh Ahli Hukum Pidana Universitas Trisakti, Dr. Albert Aries, yang sebelumnya hadir sebagai saksi ahli meringankan untuk Eliezer.

Lantas apa makna gestur para jaksa tersebut menurut Albert? Apakah senada dengan spekulasi publik soal adanya tekanan terhadap para jaksa tersebut?

"Pertama, Kejaksaan itu satu atap, tetapi dalam konteks rencana penuntutan, kalau diasumsikan itu adalah menangis, berarti ketika menyusun tuntutan ini, bisa jadi Mbak Rosi, bisa jadi nih ya, suaranya tidak bulat," jelas Albert, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Jumat (20/1/2023).

"Meskipun tadi saya katakan bahwa Kejaksaan itu satu atap dalam konteks penuntutan, dan independen serta merdeka dalam memastikan adanya penuntutan yang adil dan objektif," lanjutnya.

Albert tidak menampik bahwa gestur jaksa-jaksa itu seolah menunjukkan adanya upaya saling menguatkan yang disampaikan secara nonverbal.

Hal ini yang kemudian terlihat membuat Rosianna Silalahi selaku pembawa acara agak gusar. "Jadi ada relasi kuasa juga dalam menentukan rencana tuntutan? Jaksa-jaksa di bawah punya tuntutan yang lain, kuasa yang diatasnya menentukan yang berbeda?" tanya Rosi.

baca juga

Albert kemudian menerangkan bagaimana cara praktisi hukum menentukan tuntutan dan pasal yang digunakan terhadap terdakwa kejahatan tertentu.

"Kami sebagai praktisi hukum melihat segala sesuatu berdasarkan alat bukti. Tapi jangan lupa, ketika menegakkan hukum, meski dalam posisi yang berbeda, ada hati nurani, dan bisa jadi hati nurani itu berteriak ketika ada sesuatu yang dirasakan kurang adil," terang Albert.

"Jangan lupa, hukum itu untuk manusia, bukan manusia untuk hukum," tegasnya menambahkan.

Analisis inilah yang diduga melatarbelakangi sikap emosional kedua jaksa tersebut.

"Ini menunjukkan ada simpati bahwa ketika ada seseorang yang berusaha untuk jujur, berusaha untuk kooperatif membantu mengungkap peristiwa ini, dia harus diperhadapkan pada tuntutan yang amat berat, 12 tahun penjara, meskipun hakim nggak terikat hal ini," tutur Albert.

Bahkan Albert sampai mengutip pernyataan seorang filsuf, Jeremy Bentham. "Apa manfaat pemidanaan yang begitu berat untuk Eliezer yang begitu jujur? Apakah dia bisa memperbaiki kelakuan Eliezer, pemidanaan itu? Yang kedua, apakah dia bisa mencegah Eliezer melakukan tindak pidana di kemudian hari?" ungkap Albert.

"Yang terakhir, apakah ada manfaat yang diterima dari keluarga korban? Sedangkan yang saya dengar, keluarga korban Yosua sendiri karena melihat kejujuran Eliezer, mereka mengapresiasi sikap dari Eliezer," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Putri Candrawathi Biang Kerok Pembunuhan tapi Cuma Dituntut 8 Tahun Bui, Pengacara Yosua: Tidak Fair!

Putri Candrawathi Biang Kerok Pembunuhan tapi Cuma Dituntut 8 Tahun Bui, Pengacara Yosua: Tidak Fair!

Metro | Jum'at, 20 Januari 2023 | 09:38 WIB

Susah Payah Bongkar Skenario Sambo, Jaksa Malah Sebut Richard Eliezer Bukan Penguak Fakta Pembunuhan Yosua

Susah Payah Bongkar Skenario Sambo, Jaksa Malah Sebut Richard Eliezer Bukan Penguak Fakta Pembunuhan Yosua

Metro | Jum'at, 20 Januari 2023 | 09:09 WIB

Klaim Jaksa Kasus Brigadir J Tak Masuk Angin, Kejagung: Gila Apa, Masuk Angin Mungkin Suka Keluar Malam

Klaim Jaksa Kasus Brigadir J Tak Masuk Angin, Kejagung: Gila Apa, Masuk Angin Mungkin Suka Keluar Malam

Video | Kamis, 19 Januari 2023 | 21:45 WIB

Apa Itu Justice Collaborator, Kenapa Richard Eliezer Masih Dituntut 12 Tahun Penjara ?

Apa Itu Justice Collaborator, Kenapa Richard Eliezer Masih Dituntut 12 Tahun Penjara ?

Metro | Kamis, 19 Januari 2023 | 18:53 WIB

LPSK Minta Jaksa Revisi Hukuman Bharada E: Bisa Picu Pelaku Kejahatan Ogah Jadi Justice Collaborator

LPSK Minta Jaksa Revisi Hukuman Bharada E: Bisa Picu Pelaku Kejahatan Ogah Jadi Justice Collaborator

News | Kamis, 19 Januari 2023 | 14:40 WIB

Dituntut 12 Tahun Penjara, Richard Eliezer Pejamkan Mata Tak Kuasa Tahan Tangis

Dituntut 12 Tahun Penjara, Richard Eliezer Pejamkan Mata Tak Kuasa Tahan Tangis

Your Say | Kamis, 19 Januari 2023 | 14:29 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×