metro

Anak-anak Main Latto-latto, Positifnya Lupa Ponsel dan Negatifnya Bisa Cedera

Metro Suara.Com
Senin, 23 Januari 2023 | 10:25 WIB
Anak-anak Main Latto-latto, Positifnya Lupa Ponsel dan Negatifnya Bisa Cedera
Kompetisi latto-latto menyalurkan kesukaan anak-anak [Timlo.net]. (Timlo.net)

Sering melihat kumpulan anak-anak bermain clackers ball alias latto-latto? Seru dan bebas dari gadget elektronik seperti ponsel atau tablet. Namun bila ada suara menangis atau menjerit, ya mungkin saja bebolaan itu melejit dan mendarat di kepala atau bagian tubuh salah satu atau beberapa di antara pemain.

Dikutip dari Suara Jogja, Koentjoro, seorang Psikolog Universitas Gadjah Mada atau UGM menyatakan dampak positif dari permaian latto-latto bagi anak-anak.

"Segi positifnya, ketergantungan anak pada handphone jadi berkurang. Kalau dulunya waktu untuk main HP sekarang ke latto-latto," jelasnya.

Kemudian, permainan latto-latto bisa melatih konsentrasi anak-anak. Dipadu dengan ketangkasan fisik, maka kepercayaan diri bisa meningkat, lantas akan bersosialisasi dengan anak-anak lainnya karena permainan ini melibatkan beberapa orang atau anak.

"Latto-latto ini bisa menjadi sarana anak berolah raga, belajar konsentrasi secara murah," kata Guru Besar Fakultas Psikologi UGM ini

Akan tetapi, meski punya sisi positif, sisi negatif tentunya juga ada. Orangtua diimbau Koentjoro tidak boleh lalai begitu saja. Hal ini terkait beberapa waktu terakhir muncul sejumlah laporan anak-anak yang terluka ketika memainkannya.

Koentjoro menyatakan orangtua perlu memberikan pengawasan saat anaknya bermain latto-latto.  Juga memberikan pemahaman atau edukasi  ak terkait cara, aturan hingga aturan dari permaian ini. Termasuk di dalamnya adalah potensi bahaya. Tidak sebatas permainan latto-latto namun semua jenis permainan.

"Peran orangtua harus ada, bermain dengan aman harus diajarkan kepada anak. Aturan kapan main juga dijelaskan seperti saat memakai HP, agar tidak mengganggu lingkungan," jelasnya.

Sekolah bisa menjadi fasilitator bagi anak dalam menyalurkan hobi bermain latto-latto. Misalnya menyelenggarakan lomba latto-latto yang bisa menjadi sarana menampung hobi anak sekaligus mengajarkan bermain jujur dan sportif.

"Sekolah bisa mengingatkan. Bukan hanya sekadar melarang karena berbahaya atau membiarkan saja. Namun anak-anak diingatkan bahaya latto-latto bagi diri sendiri dan orang lain serta kapan bisa bermain, biar peka terhadap lingkungan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI