Pakar politik Burhanuddin Muhtadi menyampaikan bahwa penentu untuk memenangkan Pilpres adalah ada pada sosok figur yang diusung oleh partai politik.
Dalam hal ini, partai sering kali dijadikan kendaraan politik untuk mengantarkan sosok figur yang populer di masyarakat.
"Karena sesolid apapun internal partai, tetapi yang menentukan adalah publik," kata Burhanuddin dikutip dari tayangan tvOne, Selasa (24/01/2023).
Sehubungan dengan hal tersebut, Burhanuddin melihat bahwa saat ini Partai Gerindra dan PKB tengah menunggu siapa saja sosok yang maju di Pilpres 2024 mendatang.
Apabila koalisi parti lain mengajukan dua sosok populer, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan bakal calon presiden Partai NasDem Anies Baswedan, maka Burhanuddin menyebut akan ada respons yang berubah di Gerindra dan PKB, dari yang sekarang sudah ada.
Sebab menurut Burhanuddin, setiap partai politik menginginkan kemenangan dalam kontestasi.
"Karena bagaimanapun partai dimanapun di kolom bumi ini, itu pengen menang, tidak ada partai yang bertanding untuk kalah," tutur Burhanuddin.
Oleh sebab itu, apabila ada sosok yang populer maka Gerindra dan PKB harus mencari sosok yang juga populer untuk mengantisipasi supaya bisa mengalahkan figur populer tersebut.
Sejauh ini, Burhanuddin melihat Prabowo Subianto adalah sosok yang paling populer di luar Ganjar dan Anies.
Baca Juga: Peluang Indonesia Jadi Juara, Ini 4 Fakta Menarik Indonesia Masters 2023
Akan tetapi, apabila Ganjar dan Anies maju mendapatkan tiket calon presiden, maka Prabowo harus mati-matian berusaha untuk menang.
"Kalau misalnya Ganjar dan Anies dapat tiket (capres), nah tentu harus perhitungan lain. Karena mau bagaimanapun pak Prabowo pasti akan karena beliau sudah dua kali kalah di Pilpres 2014 dan 2019," terangnya.
Burhanuddin menyampaikan bahwa jika Prabowo ingin maju kembali, harus dipastikan 'winning ticket'/tiket kemenangan.
Dalam hal ini, Burhanuddin menyebut respons Gerindra-PKB sangat menunggu apakah dua kompetitor Ganjar dan Anies mendapatkan tiket atau tidak.
Kendati demikian, apabila salah satu dari dua sosok populer itu tak dapat tiket nyapres, kombinasi Prabowo dan Cak Imin disebut bisa jadi pasangan favorit.
"Kalau misalnya dua kompetitor tadi tidak dapat tiket, Ganjar atau Anies, mungkin saja paket pak Prabowo dan Gus Muhaimin itu akan menjadi paket yang paling favorit untuk menang," kata Burhanuddin.
"Tapi dengan asumsi Ganjar dan Anies tidak maju. Nah sekarang kan belum ada kepastian," tegasnya.
Atas dasar demikian, Burhanuddin memahami dan menilai sebagai hal wajar mengapa Gerindra dan PKB belum mengumumkan capres-cawapres.