Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi bergabung ke Partai Golkar sejak Rabu (18/1/2023). Deklarasi ini ditengarai sebagai bekal Airlangga Hartarto Cs dan Kang Emil untuk Pemilu maupun Pilpres 2024.
Usai merapat ke Golkar, Kang Emil diketahui langsung diberi jabatan stategis sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu).
Mengemban tugas besar, Kang Emil yakin bisa meraup suara, apalagi dengan jumlah pengikut di media sosialnya yang mencapai puluhan juta.
"Followers saya 30 juta. Itu saja sudah jadi modal," ujar Kang Emil.
Pernyataan Kang Emil ini pun lantas disorot oleh pengamat politik Hendri Satrio alias Hensat. Ia menilai bahwa politisi yang memiliki pemikiran pengikut di media sosial bisa mendongkrak suara partai adalah salah kaprah.
Hal ini dilontarkan Hensat melalui akun Twitter-nya @satriohendri.
"Salah kaprah politisi yang aktif bermedia sosial, followers sama dengan pemilih," ujar Hensat pada Sabtu (21/1/2023).
Hensat lantas mengungkapkan bahwa aktivitas di media sosial tidak signifikan dengan elektabilitas karier politik seseorang.
"Jadi bila ada politisi merasa followers medsosnya adalah jaminan menang, ini salah kaprah," pungkasnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.