Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menanggapi wacana Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin untuk melakukan 'Santrinisasi Indonesia'.
Menurut KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, santri dimaknai sebagai satu konsep yang universal. Semua orang bisa menjadi santri.
"Siapa santri ini? Yaitu orang-orang yang sungguh-sungguh berpegang kepada ilmu pengetahuan dan adab. Saya kira ini gagasan yang menarik. Beliau bilang, kita ndak usah islamisasi, santrinisasi saja. Itu yang beliau katakana kemarin," ujar Gus Yahya, dikutip dari laman NU, Kamis (2/2/2023).
Gus Yahya mengartikan, kalau wacana itu ditangkap sebagai substansi maka NU lalu menemukan satu cara pandang tentang santri bukan sebagai kelompok atau identitas kelompok, tetapi sebagai nilai, yaitu ilmu pengetahuan dan adab.
"Kami harus memproses ini. Saya kira, ini akan selaras juga dengan agenda-agenda yang kita pikirkan di PBNU," ungkapnya.
Sebelumnya, Wapres menegaskan, yang dimaksud santrinisasi bukanlah Islamisasi, karena hal ini akan mengganggu kerukunan umat beragama di Indonesia.
Namun, santrinisasi lebih kepada menjadi umat terbaik dengan mengamalkan kebaikan yang sesuai dengan prinsip-prinsip NU.
"Kalau bahasa saya memperbaiki umat itu santrinisasi umat. Jadi umat ini kita santrikan semua. Supaya berpikir santri dan juga berperilaku santri," katanya, saat menghadiri Malam Anugerah Satu Abad NU, di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.