Gita Savitri alias Gitasav belakangan ini masih menjadi sorotan hingga ucapan serta curhatannya di masa lalu dikuliti lagi oleh warganet.
Seperti diketahui, Gita menjadi perbincangan hangat karena kontroversinya soal childfree atau keputusan tak memiliki anak.
Warganet sebelumnya menemukan curhatan Gitap pada tahun 2015 yang mengaku ingin memiliki dua anak ketika menikah.
Terbaru ini, warganet juga menemukan pengakuan Gita yang sempat menyampaikan bahwa dirinya memiliki ibu yang narsistik.
Hal itu diketahui usai salah satu warganet dengan akun @robby*** di Twitter menemukan wawancara antara Gita dengan artis sekaligus presenter Marissa Anita.
Dalam wawancaranya itu, Gita dan menjawab alasan di balik keputusannya dan sang suami, Paul Partohap, untuk tak memiliki anak.
Gita mengaku sebenarnya sejak kecil tak pernah membayangkan dirinya sebagai ibu ataupun menikah.
"Sepanjang hidupku, aku nggak pernah ketemu sama orang yang nggak mau nikah dan nggak mau punya anak. Karena kurangnya contoh orang-orang seperti ini, aku lama-lama jadi mempertanyakan hal ini. Pas sudah menikah, aku tanya ke diri apakah aku mau punya anak dan ternyata jawabannya nggak," tulis Gita.
Gita lalu menyampaikan bahwa ia memiliki ibu yang narsitik karena pengalaman buruk yang pernah dialami sang ibu di masa lalu.
"Aku menemukan bahwa aku dibesarkan oleh ibu yang narsistik. Dan ini pun bukan salah dia. Aku sampai sekarang masih merasa ibuku narsis karena pengalaman buruk yang ia alami di masa lalu," ungkapnya.
Dia bahkan merasa sifat narsistik tersebut menurun kepadanya dan Gita sadar akan hal tersebut.
Oleh sebab itu, dia merasa dan berpikir bahwa sosok seperti dirinya tidak ideal untuk menjadi seorang ibu.
""Bahaya nih gue ada sisi-sisi yang sebenarnya gue nggak suka dari nyokap tapi entah kenapa gue serap itu." Nah, aku mikir bahwa manusia seperti aku kayaknya nggak ideal jadi seorang ibu. Secara mental kayaknya aku pun nggak bisa," kata Gita.
"Menurutku nggak bijak juga kalau aku gambling (untuk punya anak). Aku nggak tahu apakah aku akan berubah. Aku malah belum tahu apakah pas aku punya anak nanti aku akan lebih baik," lanjutnya.
Dia tak berani mencoba-coba untuk memiliki anak dengan keadaan yang dia pikir tak bisa menjadi ibu.
Sebab, Gita menghindari kemungkinan yang lebih buruk terjadi kepadanya dan sang anak ke depannya.
"Siapa tahu malah jadi lebih buruk karena tekanan sulitnya ngurus anak, capeknya, jadi stres dan bisa jadi aku makin parah. Itu sih sebetulnya intinya kenapa aku nggak mau punya anak," imbuhnya.
Kendati demikian, Gita kagum dengan kekurangan sosok ibunya yang merasa harus selalu kuat di depan anak-anaknya. Namun kekurangan tulah yang menurut Gita membuat anak-anak ibunya menjadi lemah.
Ibu Gita pun dinilainya sebagai sosok yang sangat feminis. Gita diminta haurs bisa melakukan semuanya tanpa tergantung sama orang lain.
Sang ibu bahkan berkata ke Gita untuk tak perlu buru-buru untuk urusan pernikahan dirinya kala itu. Selain itu, Gita menyebut bahwa sang ibu juga menghormati keputusannya dan Paul untuk childfree.
"Yang lebih keren lagi dari nyokap adalah dia sangat sangat menghormati keputusanku untuk nggak punya anak. Banyak orangtua di luar sana yang nggak menghormati anaknya dalam arti anak dewasa yang bisa membuat keputusannya sendiri dan berpikir sendiri," tutur Gita.