'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:35 WIB
'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
Aksi damai Suara Ibu Yogyakarta di Bundaran UGM, Jumat (3/7/2026). (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Aliansi masyarakat sipil menggelar aksi damai di Bundaran UGM, Yogyakarta, pada Jumat, 3 Juli 2026, menuntut pemerintah.
  • Demonstran menolak program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Latsarmil karena dinilai koruptif serta tidak berpihak.
  • Massa menuntut perbaikan ekonomi, jaminan kebebasan berpendapat, serta penghentian tindakan represif dan kriminalisasi terhadap warga yang berdemonstrasi.

Suara.com - Gelombang keresahan masyarakat sipil terhadap rentetan program prioritas pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat masih bergulir di Yogyakarta.

Alih-alih menikmati masa liburan, aliansi masyarakat yang dimotori oleh kaum ibu, mahasiswa, petani, hingga pengemudi ojek online (ojol) memilih menggelar aksi damai di Bundaran UGM, Jumat (3/7/2026).

Gerakan kolektif ini membawa pesan tentang ekonomi sedang karut-marut, hak-hak publik dikorupsi, dan negara yang tak berpihak pada rakyat.

Perwakilan dari Suara Ibu Yogyakarta, Rikka Iffati, menegaskan bahwa aksi turun ke jalan ini dipicu oleh sikap bebal pemerintah yang tidak kunjung mendengar suara rakyat sejak awal mula kebijakan kontroversial digulirkan.

"Kalau aksi ini sebenarnya sudah cukup sering dilakukan ya beberapa kali dan karena tuntutan kami sejak awal mengenai hentikan MBG itu belum dipenuhi sampai titik hari ini, kami meminta itu adalah salah satu dari tuntutan kami tentu saja," kata Rikka ditemui wartawan di lokasi, Jumat sore.

Mereka menilai kondisi perekonomian rakyat saat ini sedang berada di titik nadir. Sementara anggaran pajak yang dipungut dari rakyat justru dihambur-hamburkan untuk program prioritas yang rawan dikorupsi.

Ia mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta kebijakan berbau militeristik seperti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) pada program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai tidak tepat sasaran dan justru memakan korban jiwa.

"Tapi selain MBG, kami juga meminta evaluasi dan kalau bisa penghentian seluruh program-program prioritas yang terbukti korup, mudah dikorup. Terbukti itu lebih banyak mudaratnya, lebih banyak kerugiannya daripada manfaatnya," ujarnya.

Aksi kali ini yang membawa tema "Liburan Tetap Melawan" dipilih sebagai bentuk kritik atas kondisi ekonomi yang membuat masyarakat sulit menikmati masa liburan.

baca juga
Aksi damai Suara Ibu Yogyakarta di Bundaran UGM, Jumat (3/7/2026). (Suara.com/Hiskia)
Aksi damai Suara Ibu Yogyakarta di Bundaran UGM, Jumat (3/7/2026). (Suara.com/Hiskia)

Menurutnya, banyak warga justru masih dibebani persoalan ekonomi, mulai dari pelaku UMKM, pengemudi ojek online, hingga petani yang mengeluhkan rendahnya harga hasil panen.

Dalam aksi tersebut, petani bahkan membagikan sayuran secara gratis sebagai simbol sulitnya kondisi yang mereka hadapi.

"Jadi kenapa liburan melawan? Karena ini liburan harusnya kita senang-senang tapi ternyata masih sedih gitu, masih masih pusing gara-gara pemerintah. Makanya kami ya daripada liburan ya udah kita melawan aja bergerak aja," tegasnya.

Kritik terhadap ruang aman demokrasi yang kian menyempit pun turut disuarakan dengan lantang dalam aksi ini.

Mereka menuntut jaminan kebebasan berpendapat dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera menghentikan kriminalisasi serta tindakan represif terhadap para demonstran di seluruh penjuru tanah air.

Keresahan yang mendalam dari kaum ibu di Yogyakarta ini tidak berjalan sendirian. Melainkan ada pula para pekerja seni yang turut ikut di dalamnya.

Kolaborasi erat terjalin antara warga dengan musisi salah satunya, Leilani Hermiasih atau yang akrab disapa Frau.

Frau menegaskan bahwa musisi dan warga negara tidak boleh terbuai oleh ramalan politik ataupun pasrah pada keadaan. Melainkan harus terus menggalang kekuatan kolektif demi menuntut keadilan.

"Saya pikir yang lebih penting adalah justru bagaimana kita sebagai musisi dan juga warga itu saling menguatkan satu sama lain dan menyemangati satu sama lain bergerak sebisa kita, semampu kita, seberdaya apa pun kita untuk melawan," ujar Frau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Mahasiswa Viral Masuk Toilet Cewek? Unisa Yogyakarta: Investigasi Awal Belum Temukan Faktanya

Mahasiswa Viral Masuk Toilet Cewek? Unisa Yogyakarta: Investigasi Awal Belum Temukan Faktanya

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:42 WIB

Viral Mahasiswa Unisa Yogya Diduga Kenakan Busana Perempuan dan Masuk Toilet Mahasiswi

Viral Mahasiswa Unisa Yogya Diduga Kenakan Busana Perempuan dan Masuk Toilet Mahasiswi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:20 WIB

Intip Rahasia Mesin Vario Evo 160 yang Bikin Tarikan Makin Galak, Bukan Evolusi Wajah Saja

Intip Rahasia Mesin Vario Evo 160 yang Bikin Tarikan Makin Galak, Bukan Evolusi Wajah Saja

Otomotif | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:35 WIB

Hasil MLSC All-Stars 2026: Tekuk Yogyakarta, Surabaya Rebut Tempat Ketiga

Hasil MLSC All-Stars 2026: Tekuk Yogyakarta, Surabaya Rebut Tempat Ketiga

Bola | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:32 WIB

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:32 WIB

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Terkini

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:59 WIB

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:54 WIB

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:48 WIB

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:39 WIB

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:30 WIB

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:13 WIB

×