Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming menyanggah kabar yang beredar tentang singa lepas di Solo Safari. Sanggahan juga disampaikan oleh Kapolresta Solo yang menjelaskan bahwa singa di kebun binatang tersebut sedang beradaptasi.
Dalam video singkat yang diunggah oleh kanal YouTube Berita Surakarta, Kapolresta Solo mendatangi lokasi kandang singa di mana foto yang beredar di ambil.
Menurut keterangan, Solo Safari memang mengusung konsep di mana hewan tidak dimasukkan ke dalam kerangkeng atau kandang besi, tetapi dilepaskan di "kandang" dalam bentuk lapangan terbuka.
Saat potret diambil yang menunjukkan seolah singa tersebut lepas, faktanya singa itu masih berada di dalam lokasi kandangnya.
Hewan di Solo Safari memang sengaja dilepas dalam kandang terbuka agar hewan dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, mengingat singa tersebut masih baru didatangkan di Solo Safari.
"Kondisi sebenarnya saat ini saya berada di lokasi yang kemarin diambil gambarnya, di mana Singa memang sengaja dilepas liarkan dengan istilah habituasi atau menyesuaikan terhadap lingkungan karena singa ini masih baru. Jadi dia harus menyesuaikan kepada lingkungan sekitar," ucap Kapolresta Solo.
Keamanan para pengunjung pun terjamin karena kandang singa tersebut dijaga oleh dua pagar tinggi. Tak hanya itu, di sekitar lokasi kandang juga terdapat pagar listrik dan parit, sehingga sangat mustahil jika singa bisa kabur dari kandang.
"Pengamanan ini sudah diperhitungkan secara tepat. Kita melihat ada pagar-pagar listrik yang merupakan parameter jika terjadi hal yang tidak diinginkan, singa itu tidak bisa keluar dari lokasi ini. Apabila memang keluar, masih dibatasi lagi dengan parit yang cukup dalam, dan dua sekat gerbang yang cukup tinggi," tambah Kapolresta Solo.
Pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh putra sulung Presiden Jokowi. Menurut Gibran, tidak ada satu pun hewan yang lepas dari kandang di Solo Safari.
Baca Juga: Keluarga Terduga Teroris di Palembang Bingung, IR Hanya Guru Ngaji Lalu Ditangkap Saat Sholat Subuh
Lelaki yang akrab disapa mas wali ini menyebut jika singa itu membutuhkan waktu adaptasi 10 hari dan akan mengajak awak media berkunjung ke sana.
"Lepas dari kandang gimana? Saya siang-siang ke sana nggak apa. Setelah dirapikan, setelah singanya adaptasi 10 hari nanti saya ajak ke sana. Kemarin (singanya) belum berani keluar, masih tidur di kandang," jelas Gibran kepada para wartawan.
Video itu sendiri menuai beragam komentar dari warganet.
"Yang membagikan atau memposting singa dilepas liarkan di Solo Safari dalam koridor yang aman ada maksud tertentu, bisa jadi ingin membuat citra Solo Safari dianggap tidak aman bagi pengunjung. Kira-kira begitu persepsi saya," tulis akun Joko Nuryanto
"Edukasi safety sangat penting kalau sudah menyangkut binatang buas, gaungkan terus agar tidak lupa dan teledor," komentar Andreas Bekti
"Hati-hati mas Gibran, banyak pihak yang ingin menjatuhkan mas Gibran," tambah Fakhih Sukma