Kini Bak Kena Karma Instan, Napi Pelaku Kebakaran Gedung Kejagung Ungkap 'Mainan Licik' Ferdy Sambo

Metro

Minggu, 19 Februari 2023 | 17:21 WIB
Kini Bak Kena Karma Instan, Napi Pelaku Kebakaran Gedung Kejagung Ungkap 'Mainan Licik' Ferdy Sambo
Eks napi kasus kebakaran gedung Kejagung, Imam Sudrajat. (YouTube/Akurat.co)

Ferdy Sambo boleh dibilang memiliki rekam jejak yang impresif sebelum terjerat kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Banyak kasus besar yang diinvestigasinya, termasuk kebakaran Gedung Kejaksaan Agung.

Sebagai pengingat, kebakaran Gedung Kejagung ini terjadi pada 22 Agustus 2020 dan diselidiki oleh tim Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri yang dikepalai oleh Ferdy Sambo sebagai direkturnya (Dirtipidum).

Usai penyelidikan, ditetapkan ada 8 tersangka dengan lima di antaranya adalah buruh bangunan. Disebutkan bahwa bara api penyebab kebakaran berasal dari puntung rokok milik para tukang bangunan tersebut.

"Kami mendalami, open flame bisa disebabkan oleh bara api atau nyala api. Kami sudah melakukan percobaan dua kali. Tukang-tukang itulah yang menyebabkan awal api," ujar Sambo saat itu.

Namun kini salah satu pelaku, IS alias Imam Sudrajat, angkat bicara. Dilihat di kanal YouTube Akurat.co, Imam mengaku bekerja sebagai tukang memasang wallpaper di salah satu ruangan di Lantai 6 Gedung Kejagung.

Imam mengaku baru bekerja di hari pertama dan dalam tahap pembongkaran, belum pemasangan. Lalu sore harinya, yakni sekitar pukul 17.00 WIB, semua pekerja pulang.

"Saya tinggal dalam kondisi rapi, enggak ada sampah atau lainnya. Cuma jam 7 malam saya dikabari kalau ruangan yang saya kerjakan kebakaran," kata Imam, dikutip pada Minggu (19/2/2023).

Hal itu yang membuat Imam beserta keempat rekannya dipanggil pihak keamanan gedung untuk ditanya-tanyai. Setelah itu mereka digiring ke Polres Jakarta Selatan.

Bukan hanya itu, Imam dan rekan-rekannya juga diperiksa oleh tim Inafis dari Mabes Polri. "Pemeriksaan satu bulan bisa dua kali, di Polres, Polda dan Mabes," ungkap Imam.

baca juga

Namun saat itu Imam tidak terlalu memusingkannya karena fokus pada sang anak yang akan dioperasi akibat mengalami hidrosefalus di RS Fatmawati.

Imam juga tidak terpikir akan dijadikan tersangka, hingga status itu resmi disandangnya. Jelas Imam merasa sedih karena menemui banyak kejanggalan dalam kasusnya, apalagi karena satu hari menjelang sidang perdananya, Imam harus mendapati sang anak meninggal dunia.

"Di situ saya merasa bersalah dan sedih (karena anak meninggal dunia)," tutur Imam.

"Kalau curiga ya mau curiga ke siapa, saya bingung juga. Ya cuma bingung aja. Kalau dibilang kaget apa gimana waktu ditetapkan tersangka perasaan biasa aja. Dalam hati cuma, 'terserah kalian lah mau ngapain', yang penting saya fokus anak saya aja udah gitu aja. Saya masa bodoh saja sama kasus ini," sambungnya.

Lantas kejanggalan apa saja yang dirasakan Imam? Yang pertama soal penyebab kebakaran dari puntung rokok pekerja, padahal ia dan keempat rekannya tidak berhubungan dengan api dan listrik selama bekerja.

Bukan hanya itu, Imam juga merasa janggal dengan pernyataan Sambo soal CCTV yang hangus dan tidak bisa diputar. "Yang jadi pertanyaan saya, kenapa bukti hangus enggak ditampilkan di pengadilan?" tanya Imam.

Perkara CCTV hangus bukan satu-satunya hal yang memancing rasa heran Imam. Misalnya lagi perkara puntung rokok yang menjadi bukti hingga botol tinner.

"Saya orang buta hukum tapi yang namanya bukti harusnya dimunculkan di sidang. Ada bukti rokok tapi rokok baru semua. Bungkusnya baru, enggak ada cacat. Botol tinner yang ditampilin botolnya utuh, padahal botol plastik. Harusnya kebakar meleleh tapi kok ini masih utuh, mulus lagi," lanjutnya.

Meski begitu, Imam mengaku sudah ikhlas dengan kasus hukum yang membelitnya. Imam sempat menjalani hukuman penjara selama 6 bulan di Rutan Cipinang pasca divonis pada Agustus 2021.

Imam kemudian mendapat asimilasi dan harus menjalani wajib lapor sampai Agustus 2022. Setelah itulah dia dinyatakan bebas murni dan kini kembali menjalani kehidupannya sebagai tukang pasang wallpaper sekaligus pendamping siswa difabel di daerah Parung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Rekomendasi Film tentang Drama Persidangan, Mirip Sidang Ferdy Sambo!

5 Rekomendasi Film tentang Drama Persidangan, Mirip Sidang Ferdy Sambo!

Your Say | Minggu, 19 Februari 2023 | 16:22 WIB

Keceplosan! Ferdy Sambo Nyombong ke Putri Sulung Kini Punya Banyak Fans Imbas Kasus Brigadir J?

Keceplosan! Ferdy Sambo Nyombong ke Putri Sulung Kini Punya Banyak Fans Imbas Kasus Brigadir J?

Metro | Minggu, 19 Februari 2023 | 15:27 WIB

Nikita Mirzani Pegang Kartu As? Sentil Aib Brigadir J demi Protes Vonis Mati Ferdy Sambo: Kalian yang Malu...

Nikita Mirzani Pegang Kartu As? Sentil Aib Brigadir J demi Protes Vonis Mati Ferdy Sambo: Kalian yang Malu...

Metro | Minggu, 19 Februari 2023 | 12:34 WIB

Tak Terima Dibully Gegara Kritik Orangtua Yosua yang Minta Anaknya Naik Pangkat, Nikita Mirzani Kasih Balasan Menohok

Tak Terima Dibully Gegara Kritik Orangtua Yosua yang Minta Anaknya Naik Pangkat, Nikita Mirzani Kasih Balasan Menohok

Entertainment | Minggu, 19 Februari 2023 | 12:26 WIB

CEK FAKTA: Hakim Wahyu Tiba-tiba Alami Kecelakaan Tunggal Setelah Vonis Mati Ferdy Sambo, Benarkah?

CEK FAKTA: Hakim Wahyu Tiba-tiba Alami Kecelakaan Tunggal Setelah Vonis Mati Ferdy Sambo, Benarkah?

Your Say | Minggu, 19 Februari 2023 | 12:20 WIB

Mengenal Pangkat Aipda Anumerta yang Diminta Keluarga Brigadir J

Mengenal Pangkat Aipda Anumerta yang Diminta Keluarga Brigadir J

News | Sabtu, 18 Februari 2023 | 21:19 WIB

Terkini

3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya

3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya

Tekno | Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:14 WIB

Promo Indomaret Terbaru Hari Ini 9 Agustus 2026, Susu dan Perlengkapan Balita Diskon Besar

Promo Indomaret Terbaru Hari Ini 9 Agustus 2026, Susu dan Perlengkapan Balita Diskon Besar

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:12 WIB

6 Skin Tint yang Cocok untuk Kulit Kering dan Dehidrasi, Hasil Makeup Lebih Nyatu

6 Skin Tint yang Cocok untuk Kulit Kering dan Dehidrasi, Hasil Makeup Lebih Nyatu

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:11 WIB

Alur Gila 'The Scarecrow': Trauma Lama, Pembunuh Berantai dan Misteri Gelap

Alur Gila 'The Scarecrow': Trauma Lama, Pembunuh Berantai dan Misteri Gelap

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Jorge Messi Wafat, Lionel Messi Pimpin Prosesi Perpisahan dengan Penjagaan Ketat

Jorge Messi Wafat, Lionel Messi Pimpin Prosesi Perpisahan dengan Penjagaan Ketat

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08 WIB

5 Fakta Mengejutkan Temuan 995 Senjata dan CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

5 Fakta Mengejutkan Temuan 995 Senjata dan CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam

Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman

Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:00 WIB

7 Negara di Asia yang Merayakan Kemerdekaan pada Bulan Agustus, Tak Cuma Indonesia

7 Negara di Asia yang Merayakan Kemerdekaan pada Bulan Agustus, Tak Cuma Indonesia

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Spanduk 10 Meter 'Belum Merdeka dari Asap' Bentang di CFD Jembatan Ampera

Spanduk 10 Meter 'Belum Merdeka dari Asap' Bentang di CFD Jembatan Ampera

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:51 WIB

×