Kasus eks pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo membuat warganet turut menyoroti sejumlah pejabat yang kerap pamer kekayaan di media sosial.
Salah satunya Kepala Kantor DJBC Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Eko Darmanto yang turut menjadi sorotan.
Ia diketahui seringkali memamerkan gaya hidup hedon melalui akun Instagram pribadinya.
Meski akunnya yang bernama @eko_darmanto_bc sudah dihapus, namun jejak digitalnya masih eksis.
Sejumlah warganet Twitter membagikan unggahan Eko yang memamerkan gaya hidup hedon dengan tagar #BeaCukaiHedon.
![Jejak digital Eko Darmanto [Tangkapan layar Twitter]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/02/28/1-jejak-digital-eko-darmanto.jpg)
Dugaan warganet, ia bahkan memiliki pesawat pribadi Cessna yang dibanderol dengan harga paling murah sebesar 340 USD atau sekitar Rp4,76 miliar.
"Kalau ini diduga oknum Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Moge itu kecil. Diduga beliau mainannya pesawat Cessna ….. (Semoga hanya pinjaman). #BeaCukaiHedon," tulis seorang warganet, dikutip dari Suara.com, Selasa (28/2/2023).
Warganet menduga, Eko Darmanto juga melakukan hal yang sama seperti Rafael Alun Trisambodo, yakni tidak memasukkan tiap kendaraan yang dipamerkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Harta Kekayaan Eko Darmanto
Eko Darmanto terakhir kali melaporkan kekayaannya ke LHKPN pada 15 Januari 2022 untuk periode 2021. Pegawai Bea Cukai itu tercatat memiliki total harta mencapai Rp 6,72 miliar. Adapun asetnya yang paling banyak berupa tanah dan bangunan.
Aset tanah dan bangunan itu mencapai Rp12,5 miliar yang tersebar di dua wilayah. Pertama, ada di Malang dengan luas 240 m2/410 m2 yang merupakan hibah tanpa akta senilai Rp2,5 miliar. Lalu, di Jakarta Utara hasil sendiri seluas 327 m2/342 m2 sebesar Rp10 miliar.
Tak hanya itu, harta kekayaan Eko Darmanto juga ada yang berupa alat transportasi. Ia memiliki mobil BMW Sedan serta Mercedes Benz Sedan tahun 2018 yang masing-masingnya senilai Rp 850 juta dan Rp 600 juta.
Kemudian, ada sederet mobil zaman dulu. Mulai dari Jeep Willys tahun 1944 seharga Rp150 juta, Chevrolet Bell Air bekas tahun 1955 senilai Rp 200 juta, Fargo Dodge bekas tahun 1957 senilai Rp 150 juta, Chevrolet Apache 1957 sebesar Rp 200 juta, hingga Ford Bronco 1972, Rp 150 juta.
Eko juga mengoleksi mobil Toyota Fortuner 2019 senilai Rp 400 juta serta Mazda Mazda 2 seharga Rp200 juta. Apabila ditotal, harta kekayaannya dari aset kendaraan tersebut mencapai Rp 2,9 miliar dan semuanya merupakan hasil sendiri.
Ada juga harta bergerak senilai Rp100,7 juta, serta kas dan setara kas Rp238,9 juta. Eko Darmanto juga tercatat memiliki utang sebesar Rp9 miliar, sehingga harta kekayaannya menjadi Rp6,7 miliar.