Usai pejabat Pajak Rafael Alun menjadi sorotan karena daftar kekayaan yang di luar nalar akibat aksi pamer harta anaknya Mario Dandy, kini giliran anak Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono, Atasya Yasmine viral di media massa.
Beredar viral di Twitter melalui akun @PartaiSocmed yang memperlihatkan daftar harga pakaian yang dikenakan putri Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono, Atasya Yasmine.
"Gaya hidup anaknya Andhi Pramono, putri Kepala Bea Cukai Makassar. Segitu banyak uang para pembayar pajak dikeluarkan untuk satu outfit belum termasuk sepatunya," cuit akun tersebut.
Mulai dari jepitan rambut yang senilai Rp 2.500.000, baju hitam seharga Rp 22 juta, dan celana panjangnya seharga Rp 1 juta.
Sayang, usai postingan ini menjadi sorotan akun Instagram isteri dan anak Andhi Pramono sudah ditutup.
"Akun IG isteri dan anaknya Andhi Pramono sekarang sudah tutup karena banyak pamer2 harta hasil sebagai ABDI NEGARA, termasuk foto2 jalan2 ke LN dgn tiket first class," cuit akun tersebut.
![Putri Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono, Atasya Yasmine. [(Twitter/@PartaiSocmed)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/03/09/1-postingan-atasya.jpg)
Di postingan berikutnya akun tersebut memperlihatkan Atasya Yasmine yang tengah berdiri di depan rumah mewah millik Andhi Pramono.
Rumah mewah tersebut digadang mengalahkan rumah Presiden Jokowi di Solo.
"Anak Andhi Pramono sedang flexing di rumah ortunya yg lebih mewah dari rumah Presiden Jokowi di Solo. Coba bandingkan dgn video rumah pada tweet awal dari thread ini," cuitnya.
Baca Juga: Xiaomi Resmi Luncurkan Redmi 12C ke Indonesia, Ini Harga dan Spesifikasinya
Thread ini pun menjadi viral dan dibanjiri komentar dari para netizen.
"Nge-lobby anggota DPR? Maksudnya?" komentar seorang netizen.
"Waaaah wakil mayat molai mencium kesempatan nich lobi kan pakai uang kalo lobi pake abab, ya bau. Apalagi lobby apartemen ato kantor,bisa buat deal or no deal," beber yang lainnya.
"Kemenkeu bukannya belajar dari kesalahan malah lanjut part 2," timpal lainnya.
"Ini lama-lama netizen yang melaporkan hingga viral harus diberi kompensasi berupa gaji/insentif. karena secara nggak langsung mereka membantu bekerja untuk negara.. coba kalo nggak viral, mana mau insititusi terkait meriksa-meriksa pejabat yang bermasalah?" ujar netizen lain.
"Ayok up up up.. makin banyak yang terbongkar sekarang," sahut netizen ini.