metro

AG Pacar Mario Dandy Satriyo Ditahan di LPKS, Bila Homeschooling Pemeriksaan Polisi Mesti Menunggu Kegiatannya Terpenuhi

Metro Suara.Com
Jum'at, 10 Maret 2023 | 10:04 WIB
AG Pacar Mario Dandy Satriyo Ditahan di LPKS, Bila Homeschooling Pemeriksaan Polisi Mesti Menunggu Kegiatannya Terpenuhi
AG bersama Mario Dandy Satriyo. ([Twitter])

Penilaian diberikan oleh pemerhati anak, disebutkan bahwa penanganan memang tidak boleh dicampur orang dewasa.

Status AGH atau AG, pacar dari tersangka Mario Dandy Satriyo dalam kasus penganiayaan brutal atas David Latumahina, kini adalah anak yang berhadapan dengan hukum. Ia dikenai penahanan selama tujuh hari, berlangsung mulai Rabu (8/3/2023) malam di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial atau LPKS, Cipayung, Jakarta Timur.

Dikutip dari kantor berita Antara, pemerhati anak dan pendidikan Retno Listyarti menilai penahanan AG sebagai anak yang berhadapan atau berkonflik dengan hukum di LPKS ini sudah tepat.

"Seperti keterangan polisi ia ditempatkan di LPKS dan itu sudah benar," jelasnya di Jakarta, pada Kamis (9/3/2023).

"Penahanan anak itu harus betul-betul manusiawi. Satu, tidak boleh dicampur dengan orang dewasa," tukasnya.

Dalam penahanan di LPKS, perempuan belia usia 15 tahun yang telah mengundurkan diri dari SMA Tarakanita 1 Jakarta ini akan mendapatkan pendamping psikologis. Termasuk mendapatkan hak-hak seperti dikunjungi keluarga, hak pendidikan dan lain sebagainya. Demikian jelas eks Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti.

Apabila AG mengikuti program sekolah rumah atau homeschooling, maka polisi tidak boleh melakukan pemeriksaan sampai kegiatan belajarnya selesai atau terpenuhi.

"Jadi, hak-haknya harus dipenuhi. Hal itu tertera dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak," lanjut Retno Listyarti.

Menurutnya, polisi tidak harus memeriksa AG di kantor polisi karena bisa dilakukan di LPKS. Tujuannya, agar anak yang sedang berhadapan dengan hukum tidak tertekan.

Polda Metro Jaya dalam konferensi pers telah menyatakan bahwa AG ditahan di ruang khusus anak LPKS.

"Kalau pertimbangan penahanan itu ada yang namanya objektif dan subjektif. Kalau objektif itu, ancaman hukumannya di atas lima tahun," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi.

Kemudian alasan subjektif penyidik melakukan penahanan untuk menghindari pelaku melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi kembali perbuatannya.

Pasal yang dikenakan kepada AGH sebagai anak berkonflik dengan hukum adalah Pasal 76 C Juncto Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun Perlindungan Anak dan atau 355 Ayat 1 Juncto 56 KUHP lebih Subsider 353 Ayat 2 Juncto 56 KUHP lebih-lebih Subsider 351 Ayat 2 Juncto 56 KUHP. Atas perbuatannya AGH terancam hukuman maksimal empat tahun penjara setelah dikurangi setengah dari ancaman maksimal dan dikurangi sepertiganya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Peradilan Anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI